Berita

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dari Pertandingan Spurs vs Man United

Tottenham Hotspur memberi perpisahan yang sempurna untuk fans dan White Hart Lane setelah mengalahkan Manchester United dengan skor tipis 2-1. Mulai musim depan, Spurs tidak akan lagi menempati The Lane sebagai kandang mereka, stadion yang sudah menjadi rumah The Lilywhites selama 118 tahun terakhir.

Sundulan Victor Wanyama di menit-menit awal pertandingan mengawali kemenangan Spurs, kemudian disusul oleh gol kedua yang dicetak Harry Kane, memanfaatkan tendangan bebas dari Christian Eriksen. Wayne Rooney, yang tidak bermain cukup baik pada pertandingan tersebut sempat memperkecil ketertinggalan lewat golnya di menit ke-70. Berikut ini lima hal yang perlu diperhatikan usai pertandingan yang memastikan posisi United tetap di peringkat enam klasemen tersebut.

Failure is not an option. So does Smalling-Jones

Jika kalian pernah menonton film Apollo 13, kalimat ‘failure is not an option’ adalah kalimat sakti yang dilontarkan oleh Ed Harris. Jika saja Gene Kranz yang diperankan Ed tidak keukuh pada pendiriannya, nyawa para astronot itu tidak akan terselamatkan.

Apa yang terjadi pada pertandingan tadi malam rasa-rasanya sudah cukup menggambarkan buruknya kolaborasi Jones-Smalling sebagai duo center back United. Keduanya telah gagal mengisi kekosongan, satu sama lain. Tidak ada aura tentang solidnya lini belakang Red Devils. Ini adalah sebuah ironi, mengingat presensi mereka di klub sudah lima tahun lamanya. Jones dan Smalling bukanlah opsi terbaik United dalam waktu dekat ini.

Europa League, Satu-satunya cara pertahankan De Gea

Spekulasi mengenai kepindahan David De Gea ke Real Madrid sudah menjadi agenda tahunan jelang bursa transfer musim panas dibuka. Dan tiap kali itu pula Dave membantah rumor itu dengan menegaskan komitmennya untuk Manchester United. Tapi, sekali lagi, De Gea hanyalah pesepakbola biasa yang ingin merasakan trofi bergengsi Eropa, dalam hal ini Champions League. Lagipula, apa lagi yang diharapkan Dave di Inggris? semua trofi sudah dirasakannya. Label sebagai penjaga gawang terbaik di Inggris juga sudah pasti diberikan padanya. Jika United gagal membawa pulang trofi Europa League di Stockholm, 24 Mei nanti, jangan salahkan De Gea jika ia benar-benar kembali ke Spanyol, musim panas nanti.

Victor Wanyama, big game player

during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Manchester United at White Hart Lane on May 14, 2017 in London, England. Tottenham Hotspur are playing their last ever home match at White Hart Lane after their 112 year stay at the stadium. Spurs will play at Wembley Stadium next season with a move to a newly built stadium for the 2018-19 campaign.

Victor Wanyama adalah spesialis dalam pertandingan-pertandingan besar. Sebelum pindah ke Spurs, ia sudah melakukannya saat masih berkostum Celtic pada tahun 2012. Ketika itu, Wanyama mencetak satu dari dua gol kemenangan Celtic atas Barcelona di babak penyisihan grup Champions League.

Bersama Spurs, pemain asal Kenya kembali membuktikan kapasitasnya sebagai big game player. Beberapa pekan lalu, Wanyama didaulat sebagai pemain terbaik saat Spurs menaklukkan Arsenal, dan kali ini ia melakukannya lagi di pertandingan besar kontra United.

Saat didatangkan pertama kali dari Southampton, Wanyama mengalami perkembangan karir yang cukup lambat. Perannya di klub baru terlihat setelah kompetisi Premier League mendekati jeda winter break, Desember silam.

Christian Eriksen, sang jenderal lapangan tengah The Lily Whites

Sejak November lalu, Christian Eriksen memegang peran yang sangat penting di Spurs. Eriksen selalu menjadi pemain yang menginisiasi serangan, ia adalah jenderal sekaligus otak permainan Spurs. Link-up play nya dengan Dele Alli dan Son Heung Min kerap merepotkan sisi pertahanan tim lawan. Eriksen adalah penyuplai bola dan pelayan yang sempurna bagi Harry Kane. Meski begitu, tak jarang kemampuannya ini tidak mendapat apresiasi yang lebih di seantero Inggris.

Apa yang terjadi malam tadi di White Hart Lane membuktikan betapa berbahayanya bola-bola terobosan dari Eriksen. Lini belakang United yang dikawal Smalling-Jones-Bailly harus kerja keras memotong dan menghalau arah bola yang dikirimkan oleh gelandang asal Denmark. Squawka mencatat, sejak musim kompetisi 2015/16 hingga sekarang, Eriksen adalah pemain dengan jumlah assists terbanyak di liga, bersama dengan playmaker Arsenal, Mesut Ozil.

Another failed mission from The Captain

Okay. Skip. Lupakan soal Rooney. Tinggal pilih: China, MLS, atau Liga 1 Go-Jek Traveloka?

 

 

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top