Berita

Barcelona 3-0 Juve: Messi Istimewa atau Blunder Juventus?

Skor 3-0 jelas mencerminkan keunggulan Barcelona atas tamunya, Juventus sang jawara Italia. Prediksi dari berbagai pihak yang lebih menjagokan Barcelona, terbukti di laga Grup D Liga Champions malam tadi (13/9/17). Klub berjulukan Blaugrana itu bermain sangat nyaman, sedangkan Juve permainan Juve terlihat berantakan.

Barcelona tampil full team dengan diperkuat pemain andalan seperti Lionel Messi, Luis Suarez, Andres Iniesta, Gerard Pique atau Sergio Busquets. Dua rekrutan baru juga langsung dipasang sejak menit pertama. Nelson Semedo sebagai bek kanan dan Ousmane Dembele, yang menggantikan posisi lowong Neymar Jr. Berkebalikan dengan klub Catalan itu, Juve datang dengan pincang tanpa diperkuat sejumlah pilar inti. Giorgio Chiellini, Mario Mandzukic, Sami Khedira, Juan Cuadrado dan Claudio Marchisio.

Selain unggul penguasaan bola, efektifitas permainan juga yang memenangkan Barcelona dari pertarungan semalam. Menurut Opta, Barcelona mempunyai 64% penguasaan bola dan sembilan tembakan dengan lima diantaranya tepat sasaran, sedangkan Juventus meski hanya menguasai 36% bola, tetapi bisa melesakkan 13 tendangan yang berujung tujuh buah tepat mengarah ke gawang.

Lionel Messi, yang kembali ditempatkan sebagai sentral permainan menyuguhkan permainan apik. La Pulga menjadi kreator dan eksekutor serangan Barcelona dan mencetak dua gol masing-masing di menit 45 dan 69, sedangkan gol lain dibuat Ivan Rakitic pada menit 56, setelah umpan tarik Messi dari sisi kiri pertahanan Juve menciptakan kemelut di depan gawang.

Sebuah kutukan pun terpecahkan dalam laga Barcelona vs Juventus malam tadi. Messi yang belum pernah sekalipun menjebol gawang Gianluigi Buffon, berhasil menghapus kutukan tersebut dengan mencetak brace.

Messi bermain luar biasa? Tentu. Namun apa itu saja? Tentu tidak.

Blunder dari Juventus sendiri juga berperan untuk kekalahan telak mereka di Estadio Nou Camp semalam. Tidak diperkuat sejumlah andalan merupakan sebuah kerugian. Namun dengan kedalaman skuat yang baik, seharusnya Juventus mampu mengatasi hal tersebut. Apa daya yang terjadi di lapangan agak sedikit diluar prediksi.

Dengan jumawanya pelatih Juve, Massimiliano Allegri menerapkan formasi 4-5-1, bermain terbuka dan tentu saja memainkan anak bau kencur semacam, Rodrigo Betancur. Sang pelatih juga lebih memilih Mehdi Benatia sebagai pasangan duet Andrea Barzagli daripada memainkan Daniele Rugani.

Kejanggalan lain, alih-alih mengganti cederanya Mattia De Sciglio dengan Daniele Rugani, untuk kemudian memasang tiga bek tengah, Allegi justru memainkan gelandang pekerja keras, Stefano Sturaro sebagai bek kanan.

Duet Benatia-Barzagli sangat kelimpungan menahan geliat Messi dan Suarez. Pemain baru seperti, Douglas Costa, Blaise Matuidi dan Rodrigo Betancur tak bisa diharapkan. Build-up Juventus juga berantakan, garis pertahanan tinggi Barcelona dan pressing pemain El Barca yang baik sejak di pertahanan Juve membuat aliran bola dari lini belakang yang digalang Barzagli terlihat kacau.

Juventus seharusnya merindukan Bonucci, yang pintar membagi bola dan punya umpan yang presisi untuk membangun serangan dari belakang.

Kali ini Allegri juga terhitung over percaya diri. Dengan masih adanya trio Borzagli-Bonucci-Chiellini kala meladeni Barcelona perempat final Liga Champions musim lalu saja, mereka bermain rapi dan bertahan. Sekarang dengan ditinggal salah satu bek terbaiknya, mereka justru dengan gelap mata menggelar permainan terbuka melawan Barcelona di kandangnya. Pantas apabila Juventus mengalami kekalahan telak melawan tim asuhan Ernesto Valverde semalam.

Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi besar untuk Juventus. Kebutuhan bek tengah yang punya gaya main seperti Leonardo Bonucci adalah urgensi. Di skuat saat ini, tidak ada bek tengah Juve yang punya tipikal permainan yang mirip dengan kapten AC Milan tersebut.

Messi bermain istimewa, meskipun Barcelona secara keseluruhan tak begitu luar biasa. Toh, Juve saja mampu beberapa kali menebar ancaman yang berarti ke gawang Ter Stegen.

Tetapi kesimpulannya, hasil Barcelona 3-0 adalah perjodohan antara keistimewaan seorang Lionel Messi yang bertemu dengan buruknya strategi dan pemilihan pemain yang dilakukan Juventus. Apakah anda setuju? Seharusnya iya.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top