Berita

Genderang Perang Dari Paris Saint-Germain

Mbappe-Neymar-Cavani-PSG-Celtic-offside-id
Foto: www.footballwhispers.com

Paris Saint-Germain tampak tidak main – main pada pagelaran Liga Champions Eropa musim ini.  Hal itu selain sudah tercermin dari aktifitas bursa transfer yang menghabiskan dana tidak sedikit, juga tercermin dari hasil pertandingan perdana Liga Champions 2017/2018 malam tadi melawan Glasgow Celtic.  Bermain di kandang lawan yang dipadati oleh ribuan suporter fanatik tuan rumah, tidak dapat menutupi betapa superiornya mereka di musim ini.  Skor lima gol tanpa balas bersarang di gawang anak – anak asuhan Brendan Rodgers.

Nasser Al-Khelaifi, presiden klub PSG sudah tidak dapat bersabar lagi.  Gelar domestik yang rutin mereka dapatkan dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini belum dapat disandingkan dengan gelar apapun di pentas Eropa.  Sebagai catatan, gelar yang mereka dapatkan di pentas Eropa adalah menjuarai Piala Intertoto pada 2001.  Kompetisi antar klub Eropa yang bahkan sudah tidak dimainkan lagi kini.  Target utama gelar Liga Champions tampaknya harus terealisasi di musim ini.

Bermain di Celtic Park kandang Glasgow Celtic bukan perkara mudah.  Barcelona yang sedang naik daun saja pernah takluk 2-1 pada 2012 silam.  Semangat yang disuntikkan oleh pelatih Unai Emery tampaknya benar – benar membakar mental para pemain le Parisien (julukan bagi PSG).  Terbukti mereka mampu mendominasi pertandingan dengan 71% berbanding 29%.  Glasgow Celtic seolah – olah berubah menjadi tim tamu dalam pertandingan tersebut.

“Kami bermain seperti tim U-12.  Kami terlalu pasif dan tidak memberikan perlawanan” ujar pelatih Brendan Rodgers tanpa bisa menutupi kekecewaannya.  Bagi tim yang terbiasa mendominasi apabila bermain di kandang, hasil ini tentu merupakan hasil yang tidak bisa diterima.

Di sisi lain, pelatih Unai Emery merasa sangat bahagia dengan hasil ini, dan merasa percaya diri bahwa PSG akan bisa berbuat banyak pada Liga Champions tahun ini.  Trio Cavani, Mbappe, dan Neymar sungguh menjadi momok bagi para pemain bertahan lawan.  Kombinasi ketiganya berhasil memborong total empat gol malam tadi dan sepertinya tidak akan berhenti sampai pada pertandingan ini.  Lawan mereka lainnya di Grup B, seperti Bayern Munich, dan Anderlecht pantas waspada terhadap kebangkitan semangat para pemain Paris Saint-Germain ini.

Formasi 4-3-3 ala PSG bisa menjadi formasi mematikan menggantikan dominasi Barcelona baik di level domestik maupun level antar klub Eropa.  Tetapi, untuk sampai menjadikan pernyataan tersebut valid, masih memerlukan pembuktian di beberapa pertandingan kedepan.  Seperti kita tahu bersama, ritme performa PSG di pentas Eropa selalu garang di awal, namun bernasib sial di fase gugur.  Kemenangan 4-0 di leg 1 babak 16 besar Liga Champions Eropa musim lalu, berhasil dibalik keadaanya dengan kekalahan 5-6 secara agregat oleh Barcelona.  Sebuah pertandingan yang tidak mungkin kita semua lupa.

“Kami tahu, kami akan menghadapi waktu – waktu yang sulit nanti.  Kemenangan ini merupakan langkah awal yang bagus untuk menghadapi waktu – waktu sulit yang akan datang di kemudian hari tersebut” pungkas Emery mencoba merendah.

Genderang perang sudah resmi ditabuh oleh Paris Saint-Germain.  Akankah Dewi Fortuna akan berpihak pada mereka kali ini? mari kita simak kiprah mereka selanjutnya.

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top