Berita

Melawan APOEL? Ternyata Real Madrid U-19 Lebih Ganas!

Cristiano Ronaldo tentu menjadi protagonis dalam laga Real Madrid vs APOEL Nicosia, Grup H, kamis 14 September 2017 dini hari. Ronaldo yang belum menjalani pertandingan di La Liga akibat skorsing pasca duel melawan Barcelona di Piala Super Spanyol, memberi amukan dengan dua golnya.

Lelaki kelahiran Madeira, Portugal itu mencetak gol di menit 12 dan 51 (penalti). Sedangkan gol lain dicetak Sergio Ramos, melalui tendangan akrobatik lemah pada saat laga berjalan sejam lebih satu menit. Hasil ini menempatkan skuat asuhan Zinedine Zidane di puncak klasemen Grup H, diikuti Tottenham yang juga melibas Borussia Dortmund dengan skor 3-1.

Untuk sementara, Ronaldo mencatatkan rekor sebagai pencetak gol via pinalti terbanyak di Liga Champions dengan angka 12, unggul satu gol dari Lionel Messi. Jika ada yang menjuluki Ronaldo sebagai Penaldo, tidak keliru memang. Namun, catatan Messi juga tidak jauh dari Ronaldo itu sendiri.

Kemenangan dengan hanya selisih tiga gol, bukanlah kemenangan luar biasa bagi tim sekaliber El Real. Menghadapi APOEL, tim asal Siprus yang bahkan bisa dibeli dengan harganya satu Gareth Bale saja, Madrid hanya menang tiga kosong, hmmmm, apalagi salah satu gol dari pinalti

Namun, berbeda dengan Galacticos senior yang tidak spektakuler amat, juniornya, Real Madrid U-19 justru tampil sangat ganas di ajang UEFA Youth League. Ajang ini memang mempertemukan tim yang sama dengan Liga Champions, hanya saja yang bermain adalah tim U-19 dari masing-masing tim.

Galacticos muda semalam menghajar APOEL U-19 dengan skor 10-0! Dua pemain, Dani Gomez dan Pedro Ruiz Delgado masing-masing mengemas hattrick pada laga yang digelar di Estadio Alfredo Di Stefano itu. Real Madrid U-19, yang juga bermain di liga junior Spanyol, Juvenil A sepertinya punya masa depan yang begitu cerah jika performa mereka selalu positif. Mantan punggawa Madrid, Guti Hernandez saat ini adalah pelatih tim junior tersebut.

Jose Maria Gutierrez Hernandez, sosok yang melatih Real Madrid U-19 saat ini. Sumber foto: marca.com.

Kemenangan 10-0 itu mencerminkan betapa mengerikannya kekuatan Madrid U-19 kini. Sama dengan seniornya, mereka kini menempati puncak klasemen Grup H UEFA Youth League. Tetapi, tungu dulu. Apakah pemain seperti Pedro Ruiz dan Dani Gomez akan menjadi pemain andalan bagi Madrid dimasa depan? Sesuatu yang mengganjil jika melihat gelagat klub seperti Real Madrid.

Selama ini akademi ataupun tim muda Real Madrid selalu kalah pamor dan populer dari Barcelona. Akademi Barcelona, La Masia begitu disegani dan La Fabrica, sebagai akademi Real Madrid sering dituding gagal menelurkan pemain bertalenta. Padahal, sebenarnya La Fabrica tidak kalah berkualitas dari La Masia.

Beberapa alumni La Fabrica sudah punya nama dibelantika sepakbola. Anda mestinya paham dengan nama-nama pemain besar seperti Raul Gonzalez, Guti Hernandez atau Iker Casillas. Pemain-pemain itu menjadi legenda Real Madrid dan juga diandalkan tim nasional Spanyol.

Saat ini beberapa contoh pemain lulusan La Fabrica yang menjadi pemain top diantaranya; Juan Mata (Manchester United), Alvaro Morata (Chelsea) atau Daniel Carvajal (Real Madrid).

Di skuat senior Madrid saat ini juga ada pemain didikan La Fabrica; Jesus Vallejo, Borja Mayoral, Lucas Vazquez dan Nacho Fernandez. Vallejo, pemain yang sempat dipinjamkan ke Borussia Moenchenglandbach ini menjadi alasan kuat mengapa Real Madrid berani melepas Pepe awal musim ini. Memang untuk sementara Vallejo diproyeksikan menjadi pelapis bagi duet Sergio Ramos-Raphael Varane. Tetapi, siapa tahu nanti dia akan menjadi benteng andalan Los Blancos.

Selain nama diatas, banyak alumni La Fabrica yang tersebar dibeberapa klub Eropa. Ada nama Jose Callejon (Napoli), Roberto Soldado (Villareal), Alvaro Negredo (Besiktas) atau Mariano Diaz (Lyon). Dua anak Zidane, Enzo dan Luca juga pernah masuk La Fabrica.

Tetapi meski mantan pemain akademi Real Madrid sebenarnya punya kompetensi untuk dicoba di tim utama, kebijakan klub yang sering mengutamakan pemain bintang lah, yang membuat mereka tergusur dari Real Madrid.

Andai manajemen klub sedikit lunak dan merevisi kebijakan pemain, barangkali Madrid bisa menyaingi sinar Barcelona sebagai klub yang menelurkan banyak pemain muda berkualitas, sepakat kah Anda?

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top