Berita

Review EPL: Pressing Menangkan City atas Chelsea

Pertandingan besar tersaji di pekan ketujuh Premier League, antara Chelsea melawan Manchester City. Tuan rumah berstatuskan juara bertahan liga, sedangkan tamunya, oleh para pengamat sepakbola di Inggris, diramalkan sebagai calon terkuat juara musim ini.

Gengsi laga ini memang tinggi. Penyebabnya tak lain adalah adu kuat dua pelatih top yang membesut tim tersebut, Antonio Conte (Chelsea) dan Pep Guardiola (Manchester City).

Sayangnya kedua tim tidak tampil full team. Chelsea tidak memainkan David Luiz dan Victor Moses, sedangkan Manchester City kehilangan sang ujung tombak andalan, Sergio Aguero dan bek kiri baru, Benjamin Mendy.

Chelsea mengusung formasi 3-4-2-1, dimana kadang menjadi 3-5-1-1 Hazard dibelakang Morata, Fabregas menemani Kante dan Bakayoko di tengah. Manchester City melakukan perubahan formasi akibat tidak ada Aguero dengan 4-3-3. Gabirel Jesus dihimpit Leroy Sane dan Raheem Sterling di lini depan, sedangkan bek kiri diisi Fabian Delph.

Skor 0-1 tercipta untuk kemenangan Manchester City seakan mengesankan laga berjalan alot. Padahal situasi di lapangan berbeda jauh, Chelsea terlihat kerepotan menahan gempuran The Citizens.

Gol kemenangan City dibuat oleh mantan punggawa Chelsea, Kevin De Bryune pada menit ke-67. Pemain timnas Belgia itu melepas tembakan keras di depan kotak pinalti setelah melakukan umpan satu dua dengan Gabriel Jesus.

Barangkali Guardiola berkata pada De Bruyne, “hempaskan mantan yang menyakitimu, nak”.

Meski tidak diperkuat Aguero, nyatanya City bermain lebih baik. Permainan tim asuhan Guardiola sangat agresif. Garis pertahanan tinggi mereka terapkan dan pressing terukur dari mereka menyulitkan Chelsea mengembangkan permainan bahkan sejak lini belakang sendiri.

Keberhasilan pressing City terhadap Chelsea menjadi kunci kemenangan mereka. Skuat tuan rumah tak mampu mengembangkan permainan, terlebih ketika Alvaro Morata cedera dan Cesc Fabregas mengalami kebuntuan dalam mengalirkan bola kedepan.

Kini dengan poin 19, City unggul selisih satu gol dari Manchester United di puncak klasemen yang juga menghempaskan lawannya, Crystal Palace dengan skor 4-0. Permainan anak asuh Guardiola memang mengerikan dari hari ke hari. Permainan mengalir dengan umpan-umpan pendek terukur para pemainnya mulai dari kiper, bek hingga striker City piawai dalam hal mengumpan.

Guardiola dan musim kedua di Premier League yang semakin baik.

Di musim kedua Guardiola, tiki-taka yang ia terapkan semakin dimengerti oleh para pemain. Keberadaan dua pengatur serangan adalah kunci sukses mereka saat ini. David Silva dan Kevin De Bruyne adalah pemain dengan inteljensia dan kreatifitas yang tinggi. Tanpa Aguero saja City tetap mampu bermain baik, jadi apakah itu pertanda mereka layak juara?

Statistik:
Chelsea v Manchester City
Penguasaan bola: 38% – 62%
Tendangan: 4 – 12
Tendangan tepat sasaran: 2 – 6

Sumber foto: guardian.co.uk dan standard.co.uk.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top