Berita

Review Manchester City vs Liverpool: Liverpool Butuh Van Dijk

review manchester city vs liverpool

Pemandangan di Etihad Stadium (9/9/17) dalam laga Manchester City vs Liverpool awalnya berjalan cukup berimbang. Bahkan Liverpool tampak lebih berinisiatif menyerang walau berstatus tim tamu. Namun, keputusan Jurgen Klopp dengan mencadangkan Dejan Lovren harus dibayar mahal. Penggantinya, Ragnar Klavan menjadi awal bagaimana Liverpool digelontor banyak gol.

Statistik pertandingan menunjukan dominasi Manchester City dengan penguasaan bola sebesar 66% berbanding 34% punya Liverpool. 10 tendangan tepat sasaran milik City hanya mampu dibalas tiga kali oleh Liverpool. Pertahanan Liverpool yang empuk begitu terlihat di laga ini.

Isu lemahnya pertahanan sebenarnya memang jadi masalah klasik bagi Liverpool. Usaha mereka mendatangkan Virgil Van Dijk dari Southampton diawal musim ini gagal. Borok pertahanan Liverpool kembali menganga dan Manchester City lah yang menghukum itu dengan 5 gol tanpa balas.

Gol pertama Manchester City dicetak oleh Sergio Aguero pada menit 24. Aguero lolos dari jebakan offside dan menang adu lari dengan bek Liverpool, Ragnar Klavan yang kurang jeli menutup pertahanan dan membuat jebakan offside. Kartu merah Sadio Mane setelah mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala kiper City, Ederson, semakin memperberat perjuangan Liverpool dalam laga tersebut.

Pertahanan Liverpool begitu mudah ditembus dalam laga ini. Gol sundulan Gabriel Jesus dimenit 45+6 mengindikasikan lini belakang Liverpool lemah dengan bola udara. Gol kedua Jesus pada menit ke-53 menelanjangi pertahanan Liverpool yang keropos menghadapi umpan terobosan. Dua gol lain dicetak pemain pengganti, Leroy Sane pada menit 77 dan 90+1. Liverpool benar-benar hancur lebur dalam laga ini.

Lalu, andai Klopp memainkan Lovren daripada Klavan, apakah hasil pertandingan akan berbeda? Bisa iya dan juga bisa saja tidak. Bek-bek tengah Liverpool memang bukan pemain kelas dunia dan pertahanan mereka sudah menjadi masalah serius dalam beberapa musim terakhir.

Sadar dengan hal itu, maka Jurgen Klopp berusaha mati-matian merekrut Virgil Van Dijk dari Southampton. Van Dijk yang merupakan pemain tim nasional Belanda ini diharapkan menjadi palang pintu kokoh yang baru sepeninggal pensiunnya Jamie Carragher. Sial, apa daya Southampton tidak mau menjual Van Dijk, walau mereka membeli Wesley Hoedt (untuk antisipasi andai Van Dijk pergi) dari Lazio yang juga bek tim nasional Belanda.

Yang aneh, ketika gagal mendapatkan bek tengah baru, Liverpool justru menjual Mamadou Sakho ke Crystal Palace. Entah apa pikiran yang ada di kepala seorang Jurgen Klopp. Bukannya mencari alternatif bek tengah lain setelah gagal dengan Van Dijk, malahan gelandang sayap, Alex Oxlade-Chamberlain yang dibeli dari Arsenal menjelang berakhirnya bursa transfer.

Dengan skor 5-0, selain mengernyitkan dahi akibat nonton bagaimana Liverpool bertahan, mestinya kita juga angkat topi untuk permainan Manchester City. Strategi Pep dengan 3-5-1-1 terbukti ampuh walau sempat kurang nyaman di menit-menit awal pertandingan. Kredit pantas diberikan pada Kevin De Bruyne yang memberi dua assist di laga ini.

Fernandinho dan David Silva terlihat nyaman menguasai lini tengah. Pemain baru Benjamin Mendy tampil begitu apik mengawal sisi kiri dan sempat menyumbang asis untuk gol keempat yang dibukukan oleh Leroy Sane. Yang menyegarkan tentu saja kolaborasi Aguero dan Jesus yang ternyata padu saat dimainkan bersamaan. Bahkan Aguero memberi umpan matang untuk gol kedua Jesus. Sebenarnya, permainan City memang tidak begitu istimewa, tetapi kecerdikan mengeksploitasi kesalahan lawan menjadi poin yang membedakan mereka dengan Liverpool.

Kekalahan dengan skor semacam ini membuktikan bahwa Liverpool masihlah seperti sebelum-sebelumnya. Inkonsistensi masih jadi pekerjaan rumah yang harus segera Klopp pikirkan dan pecahkan masalahnya. Pekan lalu menghajar Arsenal 4-0, selanjutnya kalah 5-0 kosong. Performa yang naik turun seperti ini berpotensi menghambat langkah Liverpool dalam menjuarai Premier League dan mengarungi Liga Champions.

Nasi sudah menjadi bubur. Bursa transfer sudah ditutup, mereka harus menunggu hingga paruh musim dan Klopp harus mempertanggungjawabkan kecerobohannya dengan tidak mendapat bek sentral berkualitas. Hanya mengandalkan bek seperti Joel Matip, Ragnar Klavan, dan Dejan Lovren jelas sangat tidak cukup untuk mengarungi beratnya Premier League dan Liga Champions. Joe Gomez dan Emre Can yang bisa difungsikan menjadi bek sentral jelas opsi keterlaluan andai Klopp merotasi jantung pertahanan.

Datangnya Virgil Van Dijk benar-benar dibutuhkan oleh Liverpool, setuju?

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top