Saatnya Manchester City Juara Premier League? - OffsideID
Berita

Saatnya Manchester City Juara Premier League?

Manchester City terus menuai performa positif sejak awal musim. Pada gameweek ke-5 Sabtu (16/9) kemarin, mereka melumat tuan rumah Watford dengan skor yang sangat mencolok, 0-6. Laga yang digelar di Vicarage Road Stadium itu menjadi saksi betapa sangarnya penampilan anak-anak asuhan Pep Guardiola.

Sergio “Kun” Aguero mencatat rekor istimewa. Dia mencatatkan milestone dengan gol ke 200 di kompetisi papan atas Eropa pada pertandingan kali ini.

Di babak pertama, Aguero sendiri yang langsung membuka rekening gol The Citizens pada menit 27 dan 31, sebelum dilengkapi Gabriel Jesus pada menit 38. City menutup paruh pertama dengan skor 3-0.

Babak kedua tetap menjadi milik mereka. Nicolas Otamendi menambah keunggulan di menit 63, Aguero menyempurnakan hat-trick menit 81 (gol ke 201-nya di Eropa) dan Raheem Sterling menutup pesta setelah eksekusi pinaltinya di menit 89 gagal dibendung kiper Watford, Heurelho Gomes.

Manchester City sedang “panas”. Tiga laga terkahir mereka selalu menjebol gawang lawan lebih dari tiga gol dan selalu clean sheet.

Setelah menjungkalkan Liverpool 5-0 pada pekan keempat Premier League, giliran juara Liga Belanda, Feyenoord dipermak 0-4 di kandang mereka, De Kuuip Stadium. Pekan lima ini mereka kembali trengginas dengan menggilas skuat arahan Marco Silva, Watford dengan angka telak 0-6.

Statistik:

Watford v Man City

Penguasaan bola: 33% – 67%
Tendangan: 6 – 27
Tendangan tepat sasaran: 1 – 9

****

Bicara performa kekinian Manchester City saat ini, tentu tidak lepas dari aktifitas transfer mereka yang bisa dikatakan gila. Ederson (Benfica), Kyle Walker (Tottenham), Danilo (Madrid), serta dua pemain dari AS Monaco; Bernardo Silva dan Benjamin Mendy menjadi pembelian mahal musim ini. Kelima pemain ini banyak membuat perubahan yang ada di Manchester City.

Walker dan Mendy sepertinya merupakan bek sayap yang dibutuhkan oleh Pep. Mereka rajin membantu serangan dan tak lelah untuk turun menutup pertahan. Danilo juga sangat berguna, pemain Brasil ini bisa dipasang sebagai bek kanan atau bek kiri.

Bernardo Silva adalah pelapis yang amat ideal bagi David Silva maupun Kevin De Bruyne. Tekhnik dan skill pemain timnas Portugal ini bakal memberikan sentuhan dan umpan-umpan kreatif bagi permainan Manchester City, yang sangat mengandalkan penguasaan bola dan umpan-umpan pendek dalam merancang serangan.

Sementara kiper baru, Ederson adalah jawaban atas performa buruk Claudio Bravo musim lalu. Ederson, yang memecahkan rekor sebagai kiper termahal dunia (40 juta paun), langsung menjadi pemain andalan dibawah mistar.

Kecakapan kaki seorang kiper dalam mengontrol dan mengumpan bola merupakan syarat kewajiban jika ingin menjadi kiper yang diandalkan seorang Pep Guardiola.

Maka tidak heran jika Joe Hart dibuang, sekalipun dia merupakan kiper inti tim nasional Inggris. Hal itu disebabkan karena kemampuan umpan dia yang jauh dibawah rata-rata.

Soal formasi permainan, Pep juga tak melulu menerapkan 4-2-3-1. Kala mengalahkan Liverpool, mereka menggunakan 3-5-2 dengan menduetkan Aguero-Jesus. Dan hasilnya kita ketahui bersama. Lalu, saat menghancurkan Watford, City memakai 4-1-3-2.

Yang juga menonojol dari Manchester City musim ini, adalah umpan segitiga antar pemain yang sering diperagakan. Umpan segitiga atau disebut triangle pass, merupakan ciri tiki-taka Barcelona kala dilatih Guardiola dahulu. Kini dengan hal itu, permainan Manchester City pun semakin enak disaksikan.

Kedatangan Pep Guardiola ke Manchester City sudah pasti menularkan tiki-taka. Di Bayern Muenchen saja, Guardiola sebisa mungkin menanam taktik tersebut sebagai dasar permainan tim Bavaria.

David Silva dan Kevin De Bruyne adalah otak yang mengatur rancangan permainan City di lapangan. Kepada dua orang ini kreatifitas City bergantung. Jika pun mereka tidak bermain, masih ada Bernardo Silva yang juga handal dalam mengrkreasi permainan.

David Silva dan Kevin De Bruyne, pemain penting bagi Manchester City musim ini. Sumber foto: espn.com

Musim kedua Guardiola di Inggris sepertinya akan berjalan lebih baik dibanding musim lalu. Permainan Manchester City nampak semakin meyakinkan. Tetapi ini baru awal musim.

Mereka belum melewati periode padat diakhir tahun dan juga agenda “boxing day”. Belum lagi mereka berlaga di empat ajang sekaligus musim ini. Kedalaman skuat dan situasi yang terbebas dari hantu cedera pemain, akan sangat menentukan bagi perjalanan mereka musim ini.

Skuat mereka tidak terlalu dalam, mereka hanya punya 22 pemain. Tentu riskan jika hanya mengandalkan pemain-pemain itu saja untuk mengarungi Premier League, belum lagi ada Liga Champions yang menanti. Ditambah lagi jika badai cedera benar-benar datang, maka semakin berat perjalanan mereka mengejar juara.

Kemudian, apakah jika menilik performa diawal musim, apakah kini saatnya Manchester City juara Premier League? Jawabannya bisa iya dan juga tidak. Namun, untuk sekedar dijagokan menjadi juara Premier League, maka Manchester City lah yang terdepan untuk saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top