Berita

Tamparan Awal Musim yang Keras untuk AC Milan

Menilik bursa transfer musim 2017/18 ini, AC Milan bisa disebut sebagai tim tersibuk. Tak tanggung-tanggung sebelas pemain baru didatangkan klub berjuluk I Rossonerri itu dibawah rezim baru pemilik dari China. Uang lebih dari 200 juta euro mereka habiskan untuk memperkuat skuad yang dilatih Vincenzo Montella. Mulai dari pemain kelas dunia seperti Leonardo Bonucci, hingga pemain muda penuh potensi seperti Andre Silva atau Franck Kessie akan menjadi idola baru publik San Siro.

Optimisme membuncah. Milan diramalkan bakal membuat ramai perebutan scudetto atau setidaknya minimal masuk tiga besar di akhir musim nanti. Namun rona cerah tersebut keburu hilang dan berganti awan mendung berupa keraguan. Hujan lebat di Stadio Olimpico Roma setidaknya menjadi saksi akan hari “tamparan”, yang membuat Milan harus mawas diri.

Menghadapi Lazio di kandang mereka bukan perkara mudah bagi Milan. Lazio terkenal alot jika berlaga dihadapan pendukungnya sendiri. Laga yang berlangsung pada 10 September 2017 ini pun, mengalami sedikit penundaan kick off akibat hujan lebat yang mengguyur kota Roma. Pada Giornata 3 ini lah, Lazio sukses mengakhiri tren dua kemenangan AC Milan ketika menghempaskan Crotone dan Bologna sebelumnya.

AC Milan memulai laga dengan lumayan. Mereka lebih menguasai jalannya pertandingan, setidaknya hingga 30 menit pertama. Setelahnya, Milan mulai terlihat menurun secara intensitas serangan dan ini membuat Lazio bisa mengembangkan permainan serta memberi ancaman nyata bagi gawang Gianluigi Donnarumma.

Meski AC Milan lebih berlama-lama menguasai bola (60%) sepanjang pertandingan, namun ternyata tak berfaedah. Justru Lazio lebih efektif dari segi serangan dengan membuat tujuh tendangan yang berbuah empat gol, sedangkan 6 tendangan tepat sasaran Milan hanya menghasilkan sebiji saja.

Petaka AC Milan dimulai setelah Franck Kessie melanggar Luis Alberto di kotak terlarang pada menit 37. Penalti tersebut sukses dieksekusi oleh Ciro Immobile. Gol kedua Immobile tercipta setelah menerima umpan Senad Lulic dari sisi kiri pertahanan Milan. Gol voli yang lumayan manis (menit 43) tersebut mengunci babak pertama untuk keungglan Lazio 2-0 atas Milan.

Babak kedua situasi belum beranjak. Lazio makin menggila dengan Ciro Immobile kembal mencetak gol dimenit 48 dan lesakan bola Luis Alberto semenit kemudian membuat I Biancocelesti, julukan yang Lazio semakin diatas angin berkat empat gol tak berbalas. AC Milan sendiri hanya dapat penghibur dimenit 56 setelah Riccardo Montolivo menjebol gawang Tomas Strakosha. Lazio yang dilatih Simone Inzaghi tampil sangat baik pada Giornata 3 ini. Striker mereka, Ciro Immobile layak mendapat pujian dengan hattrick-nya di laga ini.

Sebaliknya bagi AC Milan, kekalahan 4-1 ini seolah menjadi tamparan keras bagi mereka diawal musim. Para pemain belum terlihat benar-benar punya chemistry. Tentu hal sulit untuk cepat memadukan banyak sekali pemain baru yang datang dengan pemain yang ada. Apalagi pemain-pemain Milan beberapa berasal dari luar Serie A, seperti Hakan Calhanoglu (Leverkusen), Mateo Musacchio (Villareal), Andre Silva (Porto) atau Ricardo Rodriguez (Wolfsburg). Tentu proses adaptasi membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Khusus dalam pertandingan ini, beberapa pemain tampil dibawah standar yang diharapkan. Riccardo Montolivo, Patrick Cutrone, Davide Calabria dan Franck Kessie memang terhitung jeblok. Suso, pemain asal Spanyol yang menjadi tulang punggung di lini depan juga kurang memuaskan.

Tentu Giornata ketiga merupakan hari yang buruk bagi AC Milan. Memang benar, kalah 4-1 bagi tim sebesar AC Milan bukan merupakan sesuatu yang bisa dibilang tabu. Tetapi setidaknya kekalahan ini menjadi “tamparan” untuk mereka agar segera berbenah diri. Dengan berjuta-juta euro dikeluarkan, tentu publik punya ekspektasi besar melihat I Rossonerri kembali bangkit setelah bermusim-musim lalu selalu saja terpuruk.

Kita akan lihat, seperti apa respon yang dilakukan Montella pasca pembantaian di Olimpico Roma ini. Karena jika gagal mengangkat performa Milan di laga-laga berikutnya, pertanda buruk bagi masa depannya sebagai pelatih AC Milan.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top