Cerita

Ketika Marco Materazzi Meramal Serie A

Mengenal nama Marco Materazzi tentu adalah kenangan final Piala Dunia 2006 di Jerman. Tandukkan dari legenda Prancis, Zinedine Zidane tepat mengenai dada Materazzi. Dia terjatuh dan mengerang kesakitan. Zidane dikartu merah, Prancis kalah adu pinalti dan Italia juara dunia.

Kini pemain yang lama bermain untuk Internazionale Milan itu telah pensiun. Lalu Materazzi merintis dunia karir kepelatihan di liga India bareng Chennaiyin. Meski sudah pensiun, dia tetap mengikuti perkembangan sepakbola, terutamanya di Italia.

Diwawancarai oleh media La Gazzetta dello Sports, pria yang diberi panggilan Matrix semasa di Inter ini, memeberkan ramalannya tentang persaingan di Serie A musim 2017/18 ini.

Peristiwa bersejarah, “tandukkan” Zinedine Zidane atas Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006. Foto dari espnfc.com.

“Juventus dan Napoli lebih siap untuk memenangkan scudetto dan memiliki kerangka tim yang sama selama beberapa tahun,” kata Matrix perihal siapa yang akan bersaing kuat untuk menjadi juara Italia musim ini.

Selain menaruh perhatian pada Juve dan Napoli, Materazzi menanggap Roma adalah tim kuda hitam yang mampu meramaikan papan atas klasemen. Faktor Eusebio Di Francesco diyakini Matrix akan membuat Giallorossi menggangu persaingan juara.

Soal transfer gila-gilaan AC Milan, pesepakbola yang menjadi teman dekat dari Valentino Rossi ini pun angkat suara, “mengingat gebrakan Milan di bursa transfer, mereka terbebani untuk menghuni papan atas, tapi jika melihat situasi saat ini, saya pikir mereka seharusnya lebih khawatir. Jika rival-rival sudah berjarak empat atau lima poim diatas mereka, maka akan sulit untuk mengejar”.

“Pertandingan melawan Roma dan Inter akan memberi tahu kita bagaimana Rossoneri sesungguhnya. Saya percaya pada Vincenzo Montella. Tidak seperti banyak lainnya, setidaknya dia bertanggung jawab dan dan sepertinya pemecatan pelatih fisik (Milan) atas keinginannya, bukan direksi klub”. Kata Materazzi, mengomentari penampilan AC Milan sejauh ini dan situasi terkini pelatihnya, Montella.

Walau begitu, Matrix tetap inginkan Inter menang pada Derby Della Madoninna pertama musim ini. Dia sudah menebar perang urat syaraf dengan kubu AC Milan dan Montella, “sebagai Interista, saya tidak ingin Montella berada di bangku Milan melawan kami di derbi nanti”, ujarnya.

Materazzi juga tak ketinggalan mengkritisi penampilan bek baru AC Milan, Leonardo Bonucci. Legenda Inter itu menganggap Bonucci bukanlah faktor determinan pengubah peta kekuatan liga.

“Bukan, termasuk Leo (Bonucci) pun tidak bisa mengubah persaingan liga kecuali ada konteks yang tepat. Satu-satunya di dunia yang bisa melakukan itu adalah Leo Messi dan Cristiano Ronaldo”, kata Materazzi tentang Bonucci.
Menurutnya Juventus tidak akan menurun walau kehilangan Bonucci. Fondasi tim yang sangat baik membuat mereka (Juve) bisa memenangkan apa saja di Italia.

Namun Materazzi menganggap level permainan Bonucci masih bisa meningkat, dia berkata, “memang benar Bonucci sudah 30 tahun, berharga € 42 juta dan bergaji tinggi, Tapi saya pun memenangkan Piala Dunia pada usia 34 tahun. Dia memiliki empat atau lima musim lagi di sepakbola level tertinggi”.

Materazzi memang kontroversial. Salah satunya memakai topeng wajah Berlusconi, ketika Inter memenangi derbi melawan Milan tahun 2010. Sumber foto dari supersports.com.

Tentang klub idolanya, Inter dia sangat berharap ada prestasi yang dicapai Nerrazzuri. Katanya, “mereka (Inter) punya start yang bagus di liga, apalagi mereka tidak bermain di Eropa musim ini”. Dia melanjutkan, “jika anda menang meski tidak bermain bagus dan memiliki stadion seperti San Siro yang hebat, maka apapun itu mungkin terjadi”.

Materazzi yang semasa aktif sebagai pemain adalah bek tipikal keras itu, ikut buka suara soal taktik dan skuat arahan Luciano Spalletti itu. Dia mengatakan akan bermain terbuka jika meladeni Napoli atau Milan, karena punya Icardi yang berlari dari belakang bek lawan.

Sementara itu, Matrix juga ingin melihat adanya seorang trequartista atau gelandang serang di tubuh Inter. Menurutnya Antonio Candreva bakal cocok karena tendangan jarak jauhnya yang keras. Joao Mario atau Marcelo Brozovic juga bisa menempati posisi itu, katanya.

Materazzi juga memuji daya juang pemain Inter, menurutnya, “Inter beruntung, tapi juga penuh daya juang, karena mencetak delapan dari 12 gol di 15 menit akhir, berarti mereka tidak pernah menyerah dan selalu bisa mengubah permainan. Musim lalu, mereka tidak memilikinya”.

Lalu diakhir wawancara itu dia mengakhiri dengan, “saya melihat Juventus dan Napoli akan masuk ke Liga Champions, lalu dua diantar Inter, Roma, Milan dan Lazio akan berada dibawahnya”.
Setujukah anda dengan ramalan dari Matrix? Kita lihat saja akhir musim nanti.

Sumber lain gazzetta dello sports dan football italia.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top