Half Time

10 Legenda Sepakbola yang Tidak Pernah Main di Klub Besar

Johnny Hayes

Nama Johnny Hayes mungkin hanya dikenal oleh mereka yang merupakan fans Fulham, atau fans yang ada di Inggris secara umum. Hayes, di masanya merupakan salah satu pemain yang pantas untuk dinantikan sepak terjangnya. Kehebatannya di Fulham juga membuat dirinya dipanggil memperkuat tim nasional Inggris, mengemas 56 caps, dan mencetak 22 gol. Sayang, karir sepakbolanya harus berakhir singkat karena Hayes mengalami kecelakaan saat usianya menginjak angka 30.

Roger Milla

roger milla

Legenda Tim Nasional Kamerun, dan salah satu striker terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah sepakbola. Salah satu hal yang sulit dilupakan oleh fans sepakbola adalah selebrasi khasnya menari di tiang bendera yang ada di pojok lapangan. Meski sepanjang karirnya Milla membukukan total 442 gol untuk klub dan negaranya, tapi pria 65 tahun tak pernah bermain di klub besar Eropa. Pencapaian terbesarnya adalah bermain untuk Monaco, Bastia, dan Saint Etienne. Sebelum pensiun, Milla sempat mencoba kompetisi sepakbola Indonesia dengan memperkuat Pelita Jaya dan Putra Samarinda di era 90an.

Giuseppe Signori

Di level Italia, Giuseppe Signori adalah nama yang sangat dikenal. Ia adalah pencetak gol terbanyak ke-9 sepanjang sejarah Serie-A, rekor yang setara dengan pencapaian Alessandro Del Piero. Semasa karirnya, Signori yang memerankan posisi sebagai winger adalah pemain kidal yang piawai dalam mengeksekusi bola-bola mati, khususnya tendangan bebas. Seperti halnya pemain Italia pada umumnya, Signori lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain di negara asalnya. Hanya saja, ia tak pernah memperkuat klub besar di Italia. Satu-satunya klub besar yang pernah dibela Signori adalah SS Lazio.

Antonio Di Natale

di natale

Mengawali karir di Empoli, Antonio Di Natale memutuskan menghabiskan sepanjang karirnya dengan menjadi bagian dari Udinese Calcio. Entah apa yang ada dalam pikiran Di Natale. Padahal saat karirnya berada di puncak, striker Italia ini pernah mendapat tawaran dari Juventus dan Manchester City, namun semua tawaran tersebut ditolaknya. Pemain yang baru saja pensiun di akhir musim lalu ini tercatat mengoleksi 191 gol untuk Udinese (198 secara keseluruhan).

Tom Finney

Tak banyak yang mengenal nama Preston North End, klub divisi rendah yang ada di Inggris. Namun di masa lalu, klub yang menjadi klub awal karir seorang David Beckham ini pernah mengorbitkan pemain hebat, bahkan mungkin salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Namanya adalah Tom Finney, winger yang mendedikasikan karirnya dengan mengabdi untuk Preston, sama seperti Ryan Giggs atau Paul Scholes.

Matt Le Tissier

Tanyakan kepada mereka yang lahir di tahun 80an dan mengikuti perkembangan Premier League tentang seorang Matt Le Tissier, maka yang keluar dari mulut mereka adalah gelandang dengan atribut yang sempurna. Matt Le Tissier adalah mantan gelandang tengah yang menghabiskan karirnya di Southampton. Le Tissier memiliki kualitas yang sama hebatnya, baik dalam hal penguasaan bola, atau saat ia harus mencari dan membuka ruang untuk rekan setimnya. Tidak hanya itu, rekor impresif Le Tissier yang lainnya adalah kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan penalti. Dari total 48 penalti yang sudah dieksekusinya, hanya satu yang gagal. Yang ironis adalah, sepanjang karirnya, pemain yang saat ini berusia 49 tahun tak pernah sekalipun dipanggil untuk memperkuat tim nasional Inggris di ajang resmi.

Josef Bican

Mencetak 1000 gol adalah hal yang mustahil. Tapi Josef Bican pernah melakukannya. Pemain yang hidup di era Perang Dunia ini sayangnya tak pernah memperkuat tim nasional Ceko.

Jimmy Armfield

Berstatus sebagai legenda Blackpool, Jimmy Armfield pernah menolak tawaran Manchester United. Pemain yang dikarunia kemampuan sebagai bek kanan ini tercatat membukukan 569 penampilan untuk Blackpool. Prestasi terbesar Jimmy Armfield adalah saat ia dinobatkan sebagai bek kanan terbaik di Piala Dunia 1962.

Carlos Valderrama

legenda sepakbola

LA TOUR DU PIN, FRANCE: Colombian soccer player Carlos Valderrama looks at teammates during a training session, 12 June in La Tour du Pin, central France> Colombia will play vs Romania, 15 June in Lyon. (ELECTRONIC IMAGE) AFP PHOTO GERARD CERLES (Photo credit should read GERARD CERLES/AFP/Getty Images)

Nama Carlos Valderrama sempat mencuat kembali ke permukaan saat orang-orang mengaitkannya dengan Marouane Fellaini. Tentu saja kualitas mereka jauh berbeda, yang sama hanyalah rambut kedua pemain yang agak kribo. Valderrama adalah gelandang asal Kolombia sekaligus bagian dari timnas Kolombia di Piala Dunia 1998 yang memiliki kualitas mumpuni. Gayanya yang elegan di lapangan hijau membuatnya sulit untuk dihentikan. Meski namanya cukup dikenal di Eropa, tapi Valderrama tak pernah memperkuat klub besar Eropa. Sebaliknya, ia justru memilih Amerika Serikat dengan MLS-nya sebagai panggung untuk namanya.

Jose Luis Chilavert

legenda sepakbola

Sebelum Rogerio Ceni, Jose Luis Chilavert adalah penjaga gawang yang menjadi momok bagi penjaga gawang lainnya, terutama saat berurusan dengan bola-bola mati. Chilavert adalah eks penjaga gawang asal Paraguay yang tercatat mengoleksi 66 gol sepanjang karirnya. Chilavert pernah diganjar penghargaan pemain terbaik Amerika Selatan sebanyak 3 kali. Tidak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik versi IFHS. Tapi prestasinya yang mentereng tersebut tak pernah benar-benar bisa disaksikan di klub besar Eropa. Hanya Strasbourg dan Real Zaragoza yang pernah dibelanya. Selebihnya, Chilavert menghabiskan karir di Amerika bagian selatan.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top