Half Time

10 Trofi Termudah Yang Pernah Diraih Sepanjang Sejarah Liga Inggris

tim history arsenal invincibles
Foto: Skysports

Tinggal tujuh pekan tersisa sebelum Premier League resmi menutup musim kompetisi 2016-17. Chelsea, hingga pekan ke-31 masih nyaman di puncak klasemen, terpaut tujuh poin dari Spurs yang masih konsisten menguntit di urutan kedua klasemen. Secara matematis, Spurs masih memiliki kans yang besar dan bisa membuat kejutan, hanya saja, Chelsea juga sepanjang musim ini begitu konsisten di tiap pertandingan. Bisa dikatakan, musim 2016-17 adalah musim yang mudah bagi The Blues. Tapi tahukah anda, sebelum musim ini, setidaknya ada 10 musim kompetisi di mana tim Premier League berhasil merebut gelar juara dengan mudah. Siapa saja mereka? Berikut ini 10 tim EPL yang pernah meraih gelar EPL dengan mudah sepanjang sejarah bergulirnya kompetisi.

Preston North End (1888/89)

Preston menjuarai First Division (nama Premier League di masa itu) dengan sangat mudah. Saat itu, First Division masih beranggotakan 12 tim, dan Preston di akhir musim keluar sebagai pemenang sebagai tim yang tak pernah kalah dalam 22 pertandingan. Tidak hanya itu, Preston juga tercatat sebagai tim yang paling banyak mencetak gol, dan hanya sedikit kemasukan (39-7). Di Sejarah mencatat hanya Wolverhampton yang mendekati rekor tersebut (30-14). Di akhir musim, Preston melengkapi gelar liga mereka dengan dua gelar piala.

Aston Villa (1896/97)

The Villans menjuarai First Division setelah mereka hanya menelan empat kekalahan dari total 30 pertandingan (16 tim secara keseluruhan). Impresifnya, gelar juara itu diraih Villa setelah meninggalkan Sheffield United dengan selisih poin yang terlampau jauh, 11 angka. Tidak berhenti di juara liga, Villa juga dinobatkan sebagai juara Piala FA di musim yang sama, sekaligus menahbiskan mereka sebagai tim kedua yang sukses menyandingkan gelar tersebut dengan trofi liga, setelah Preston melakukannya 1 dekade sebelumnya.

Sunderland (1935/36)

Di abad 19, Sunderland adalah tim Britania yang mendominasi sepakbola Inggris. Namun, mereka kemudian paceklik gelar sejak tahun 1913. Kemudian muncullah sosok Johnny Cochrane, yang kemudian secara perlahan mulai membangun Black Cats setelah resmi ditunjuk sebagai manajer di tahun 1928. Di musim kompetisi 1934/35, Johnny dan Sunderland-nya akhirnya merasakan kesuksesan perdana, dengan finish di urutan kedua setelah Arsenal. Musim berikutnya, adalah musim yang bersejarah bagi Sunderland. Sejak periode Natal, mereka tak lagi terkejar oleh pesaing-pesaingnya, unggul 8 poin atas Derby County yang ada di posisi kedua.

Tottenham (1960/61)

Bill Nicholson, manajer Tottenham pada saat itu menunjukkan kepada penikmat sepakbola bagaimana mendominasi musim kompetisi. Dengan dikapteni oleh Danny Blanchflower, Bobby Smith cs menjuarai liga dengan sangat mudah. Dalam 16 pertandingan pembuka, 15 di antaranya berakhir dengan kemenangan, sekaligus memperlebar jarak dari Sheffield Wednesday dan Wolverhampton Wanderers. Di akhir musim, Spurs mengoleksi 115 gol, dan meraih 16 kemenangan tandang dari total 21 pertandingan away di musim itu. Masih di musim yang sama, The Lily Whites juga sukses mengangkat trofi FA, dan menjadi tim pertama setelah Aston Villa (1896/97). Khusus bagi Bobby Smith, striker Spurs itu sukses memecahkan rekor gol yang sebelumnya dipegang oleh George Hunt.

Everton (1969/70)

Februari 1970, Everton akhirnya merangsek ke peringkat kedua liga, membuntuti juara bertahan musim sebelumnya, Leeds United, yang saat itu masih memuncaki klasemen sementara. Jika The Toffees ingin meraih gelar di musim itu, mereka harus mengeluarkan 120 persen kemampuan terbaik mereka, sembari berharap Leeds, yang dibesut Don Revie saat itu, terjungkal di pertandingan sisa.

Benar saja. Kegagalan Leeds menjaga tren positif dimanfaatkan The Toffees. Delapan dari sembilan pertandingan terakhir berhasil dimenangkan Everton, termasuk kemenangan mereka di Anfield, 2-0.

Nottingham Forest (1977/78)

Brian Clough dan Nottingham Forest adalah duet yang benar-benar luar biasa. Nottingham, di tangan Clough mengalami transformasi yang begitu luar biasa: Juara di musim perdana setelah promosi; Juara liga dengan selisih 7 poin, cuma tiga kali kalah dari total 42 pertandingan, dan menduduki klasemen sejak Oktober. Dua tahun kemudian, Brian Clough berturut-turut membawa Forest juara di kancah Eropa (saat ini bertajuk Champions League).

Liverpool (1987/88)

Di musim ini, Liverpool mendominasi liga sejak awal musim. Kehilangan Ian Rush yang pindah ke Juventus, Kenny Dalglish kemudian bergerak dengan mendatangkan John Barnes dan Peter Beardsley, pembelian yang kemudian tidak akan disesali oleh Dalglish.

Memasuki periode winter break, The Reds masih tak terkalahkan. John Barnes cs baru bisa kembali merasakan kekalahan pada bulan Maret, saat Everton mengalahkan mereka sekaligus menghapus rekor tak terkalahkan sejak awal musim. Dua pekan kemudian, Liverpool kembali kalah atas Nottingham Forest, namun Dalglish sukses mempecundangi Forest beberapa pekan kemudian dengan skor telak, 5-0. Dan video di bawah rasanya cukup untuk menggambarkan betapa hebatnya Liverpool pada masa itu…

Arsenal (2003/04)

The Invincibles–Yang Tak Terkalahkan. Ini adalah masa yang akan selalu dikenang dan dibangga-banggakan oleh fans Arsenal, cerita tentang bagaimana tim Arsenal kesayangan mereka menjuarai Premier League tanpa sekalipun menelan kekalahan sepanjang musim kompetisi, sekaligus menjadikan klub asal London itu sebagai tim pertama sejak era Preston yang tak terkalahkan. Apa yang ditorehkan The Gunners di tahun ini, tak bisa dipungkiri lagi akan sulit untuk diulang oleh tim Premier League manapun.

Berbeda dengan Liverpool yang sejak awal musim mendominasi dengan memuncaki klasemen, Arsenal justru harus menunggu sampai pertengahan Januari sebelum mereka akhirnya mengkudeta Manchester United, yang kalah secara mengejutkan oleh Wolverhampton Wanderers (Arsenal menang 2-0 atas Villa). Hingga akhir musim, selisih 11 poin (26 menang, 11 imbang, 0 kalah) tak bisa dipangkas Chelsea, tim peringkat dua di musim itu. Tahun itu memang tahunnya Arsenal. Tidak hanya juara liga, gelar manajer terbaik, pencetak gol terbanyak, cleansheet terbanyak, semuanya disabet oleh The Gunners.

Di tahun ini juga, seorang pria asal Madeira, Portugal resmi diperkenalkan ke publik sepakbola Eropa…

Chelsea (2004/05)

Arsenal gagal mempertahankan prestasi mereka sebagai tim terbaik, setelah di tahun berikutnya, Chelsea dengan Jose Mourinho-nya berhasil merebut trofi liga, satu musim kemudian. Tidak butuh waktu lama bagi Mourinho untuk memperlihatkan superioritasnya di depan fans The Blues: Pertandingan pertama versus Manchester United berakhir dengan kemenangan Chelsea. Tak berhenti sampai di situ, Chelsea tak pernah kalah hingga Oktober, dan mengumpulkan total 95 poin di akhir musim, hanya kebobolan 15 kali, dan cuma satu kali kalah.

Gelar ini sekaligus gelar pertama Chelsea sejak 50 tahun terakhir.

Man United (2012/13)

Musim terakhir Sir Alex Ferguson berakhir dengan manis. Sir Alex mempersembahkan gelar ke-20 Manchester United pada tahun ini. Di sisi lain, United sebenarnya tidak bisa dibilang bagus pada musim ini. Skuat yang mulai menua, pemain yang juga tidak sehebat saat mereka menjuarai liga di musim 2007/08). Beruntung, Man United mempunyai Robin Van Persie, eks Arsenal yang secara mengejutkan pindah ke Old Trafford. Meski banyak cibiran saat ia dibeli dari Emirates, tapi RvP berhasil membuktikan dirinya dengan memimpin Manchester United yang lagi timpang. United akhirnya menjuarai liga dengan selisih 11 poin dari Manchester City.

Jadi, apakah Chelsea akan menjadi tim ke-11 yang masuk dalam kategori ini? Anda, para pembaca yang menentukannya.

Sumber: FourFourTwo

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top