Half Time

Alan Pardew, Manajer Pelupa bin Absurd di EPL

pardew-pelupa

Alan Pardew adalah satu dari sedikit manajer Premier League dengan segudang kisah dari pinggir lapangan yang sayang untuk dilewatkan. Seperti misalnya saat ia terlibat konflik dengan menanduk pemain David Meyler, pemain Hul City, yang berujung denda 100 ribu pounds.

Sejak didepak dari kursi manajer Newcastle akhir musim lalu, manajer berambut putih yang perawakannya mirip seorang pendeta bijak ini kemudian ditunjuk untuk menangani Crystal Palace. Setelah sempat mencicipi papan atas liga, Pardew secara perlahan kembali menunjukkan jati dirinya sebagai manajer dengan spesialisasi tim biasa-biasa saja. Satu-satunya pencapaian bergengsinya musim ini adalah membawa The Eagles ke Final FA Wembley.

Meski terbilang sukses bersama Palace di FA Cup, namun cerita miring tetap saja tak lepas dari seorang Alan Pardew. Beberapa waktu lalu, winger The Eagles, Lee-Chung-Yong membeberkan lewat media Korsel bahwa Alan Pardew adalah manajer pelupa bin absurd.

Berikut penuturan winger timnas negeri ginseng yang namanya tidak masuk dalam daftar pemain inti Pardew.

“Pardew adalah manajer cerdas dan jenius di sesi latihan. Tapi, saat berada di lapangan ia akan bertransformasi menjadi manajer yang gampang marah, manajer yang bahkan lupa sudah berapa kali ia melakukan pergantian pemain.”

“Dia memberitahu saya agar melakukan pemanasan. Kemudian ia melakukan tiga pergantian pemain, jadi saya kembali duduk di bangku cadangan. Lima menit kemudian, ia kembali menyuruh saya untuk melakukan pemanasan. Saya lantas memberitahunya kalau ia sudah mengganti tiga pemain. Ia pun mengatakan, ‘Oh, maaf.”

“Pardew juga menunjuk saya sebagai pemain inti sepanjang pekan di sesi latihan, tapi di hari pertandingan ia sama sekali tidak menurunkan saya dengan alasan, saya cedera dan tidak pernah berlatih selama sepekan. Itu adalah hal yang sangat absurd.”

Lee kemudian menambahkan tentang ketidakmampuan Pardew dalam memilih pemain utama untuk tim.

“Pardew adalah manajer dengan visi manajerial yang dangkal. Tim ini punya materi pemain yang bagus, tapi ia hanya menurunkan pemain yang sama setiap pekan, hingga akhirnya pemain tersebut cedera.”

“Akibatnya, pemain pengganti tidak bisa bermain secara maksimal karena ia jarang mendapat kesempatan, dan hanya bermain dalam dua bulan terakhir.”

“Saya pikir itu sebabnya mengapa kami tidak begitu baik di paruh kedua musim ini.”

 

Baiklah. Lee-Chung-Yong sepertinya akan kembali mendekam di bangku cadangan, hingga akhir musim ini…..

Terpopuler

To Top