Half Time

Callum Flanagan, Eks Akademi MUFC yang Karirnya Berakhir Sebagai Pemadam Kebakaran

callum flanagan

Tidak ada referensi yang benar-benar konkrit saat kalian mengetikkan nama Callum Flanagan di menu pencarian Wikipedia. Jika kalian masih tetap bersikeras mencarinya, maka ensiklopedia gratis yang dibentuk oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger tersebut hanya akan menampilkan daftar atlet yang pernah terlibat dalam tindak kriminal, termasuk nama Flanagan. Setali tiga uang saat kalian mencarinya di situs transfrmarkt. Nihil. Satu hal yang pasti tentang Callum Flanagan adalah ia dulunya merupakan pemain akademi Manchester United.

Medio 2000an, Sir Alex Ferguson sempat melabelinya sebagai salah satu pemain muda berbakat yang merupakan hasil dari akademi MUFC. Ia bahkan pernah membawa United meraih gelar FA Youth Cup di tahun 2004, mengalahkan Manchester City dengan skor 2-0. Karirnya di lapangan hijau kemudian berbalik 180 derajat setelah perayaan gelar tersebut.

Semuanya berawal saat sesi latihan ringan di Carrington berakhir. Flanagan bersama dengan Phil Marsh, pemain akademi United lainnya hendak kembali ke rumah masing-masing. Kebetulan, saat itu Flanagan yang membawa mobil pribadi mengajak Phil untuk ikut serta dengannya. Semacam nebeng pulang begitu. Sesampainya di Isherwood Road, Flanagan yang pada saat itu masih 19 tahun berpapasan dengan pemain muda United lainnya, Mads Timm yang mengendarai Mitsubishi Evolution, sebuah kendaraan yang termasuk dalam kategori sport car. Flanagan dan Phil lantas saling ejek satu sama lain. Kemudian tanpa disadari lagi, keduanya sudah adu kecepatan (104 km/jam) di jalanan yang batas maksimal berkendara maksimalnya hanya 60 km/jam. Dasar anak muda labil! Tikungan yang ada di depan mata pun tak bisa dihindari. Mobil Timm menyerempet pagar pembatas jalan, sementara Flanagan, yang coba merupakan hal serupa justru kehilangan kontrol. Mobilnya pun menabrak sebuah Ford Fiesta. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan naas ini.

“Semuanya seperti gerakan lambat. Waktu terlihat begitu lambat pada saat itu. Semuanya menjadi gelap. Ketika saya melihat keadaan sekeliling, hal pertama yang terpikirkan adalah apakah Phil baik-baik saja? Saya meneriakinya ‘Kau baik-baik saja?’ Dan dia menjawab tidak. Phil dalam kondisi kesakitan dan terperangkap di dalam mobil,” demikian penuturan Flanagan kepada M.E.N Sport.

“Saya berhasil keluar dari mboil, dan kondisi di luar ternyata jauh lebih parah. Dia (pengendara Ford Fiesta) juga terperangkap di dalam mobil. Keadaan pada saat itu seperti medan perang. Yang terpikirkan cuma satu pada saat itu: ‘Apa yang sudah saya lakukan?”

Phil Marsh yang mengalami luka pada bagian kepala, serta beberapa tulang yang patah mendapat pertolongan pemadam kebakaran dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Wythenshawe, itupun via udara. Sementara korban lainnya, si pengendara Ford Fiesta, mengalami patah pada bagian engkel, dan robek pada ligamen lutut.

“Saya hanya bisa menyaksikan orang-orang menyelamatkan Phil dan korban lainnya dengan mata yang berkaca-kaca. Saya beruntung karena tak ada satupun korban jiwa dalam kecelakaan itu. Tapi jika boleh memilih, lebih baik saya yang mengalami cedera itu dibanding mereka.”

Dua pekan kemudian, polisi mendatangi rumah Flanagan, menuntutnya (bersama dengan Timm) dengan tuntutan telah mengendarai mobil dengan cara yang berbahaya. Karirnya sebagai pesepakbola pun akan segera berakhir. Flanagan kemudian melanjutkan ceritanya tentang hari terakhirnya di Carrington, saat Sir Alex mengkonfrontasi mereka.

“Hari terakhir kami di Carrington, saya mengingat dengan jelas bagaimana Sir Alex Ferguson menghampiri kami, dan bertanya tentang peristiwa tersebut. Saya hanya berujar, ‘Saya berbelok dengan kecepatan tinggi. Saya mengacaukan semuanya, boss.”

“Dia hanya mengatakan ‘You will f****** learn from that son–kalian akan belajar dari semua ini.’ Beberapa bulan kemudian, saya dilepas oleh klub.”

Atas aksi Fast And Furious-nya tersebut, Flanagan kemudian dijatuhi sanksi 8 bulan penjara, sementara Mads Timm, partner balapnya dihukum satu tahun penjara dengan tuntutan yang serupa. Meski statusnya tak lagi menjadi bagian dari Manchester United, namun perwakilan klub tetap datang dan memberinya dukungan moral. Flanagan bahkan mendapat surat dukungan dari fans United semasa dirinya menghabiskan waktu di balik jeruji. Ia menuturkan bagaimana tahanan lain bersorak meneriaki namanya saat ia melewati lorong-lorong penjara. “Mereka tak henti-hentinya menggedor jeruji dan berteriak memanggilku.”

Setelah masa tahanannya berakhir, Flanagan masih sempat bermain. Hanya saja, tak ada lagi klub besar yang mau mengambilnya. Ia tercatat pernah merumput bersama Wrexham AFC, Worksop Town, dan Ashton United. Western Strikers, klub sepakbola asal Australia kemudian menjadi tempat terakhir karir sepakbola Callum Flanagan.

Setelah gantung sepatu, pria 31 tahun kini sedang mencoba peruntungannya dengan menjadi anggota pemadam kebakaran di Australia.

Bagaimana dengan Mads Timm? Well, karir pemain asal Denmark ini masih sedikit lebih bagus dibanding Flanagan. Setelah sempat pensiun di tahun 2009, Timm kembali merumput dan menjadi bagian dari klub non liga di Denmark, Kerteminde Boldklub

Anyway, jangan cari klubnya di Wikipedia!

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top