Half Time

Cerita Buffon Tentang Musim Terakhirnya Bermain Sepakbola

gianluigi-buffon-offside-id
Foto: www.goal.com

Gianluigi Buffon tidak bisa dipungkiri adalah salah satu penjaga gawang terbaik di dunia.  Italia sendiri cukup beruntung memiliki regenerasi penjaga gawang terbaik di setiap generasi.  Sebelum Buffon muncul, terdapat Gianluca Pagliuca dan Angelo Peruzzi yang cukup tangguh.  Dan di masa akhir menjelang pensiunnya Buffon, muncul sosok baru penggantinya yaitu Gianluigi Donaruma yang merupakan calon penjaga gawang terbaik di Italia bahkan dunia.

Akhir pekan lalu, Spanyol baru saja menyarangkan tiga gol ke gawang pemain Juventus ini.  Harian Marca lantas menemuinya, dan melontarkan beberapa hal kepadanya.

Saat ditanya bagaimana pendapatnya tentang timnas Spanyol, Buffon mengutarakan bahwa sepakbola Spanyol mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.  Apabila kamu tidak benar – benar menaruh perhatian kepada mereka, maka mereka akan benar – benar menyakitimu (dengan kemenangan demi kemenangan yang mereka raih).

Pemain yang mengabdikan hampir seluruh karirnya di Juventus, setelah dibeli dari klub AC Parma ini merasa, bahwa pemain depan yang paling ditakutinya sepanjang karir adalah Ronaldo (Brazil).  Menurut Buffon, Ronaldo adalah pemain yang sempurna.  Dia memiliki kecepatan, kekuatan dan tekhnik bermain sepakbola yang baik.

ronaldo-nazario-da-lima-inter-milan-offside-id

Ronaldo (Brazil) merupakan pemain depan yang paling ditakuti Buffon.

Setelah di awal musim ini kita kehilangan salah satu legenda sepakbola asal Italia, Fransesco Totti yang memutuskan untuk gantung sepatu, maka di awal musim depan, kita akan kembali kehilangan sosok pemain sepakbola hebat lainnya.  Musim ini adalah musim terakhir Gigi Buffon bermain sepakbola.  Umurnya yang tidak lagi muda mengharuskannya gantung sepatu dan akan lebih fokus untuk menatap masa depan bersama dengan keluarganya.

“Tidak, saya tidak tertarik dengan ide tersebut saat ini, karena menjadi pelatih sepabola adalah pekerjaan yang sulit dan penuh tekanan.” Ujar pemain berusia 39 tahun ini saat ditanya mengenai rencananya apakah tertarik untuk menjadi pelatih selepas gantung sepatu nanti.

buffon-AC-Parma-offside-idjpg

Buffon kala masih berseragam AC Parma. Sumber foto: www.squawka.com

Selama berkarir menjadi pemain, hanya dua klub sepakbola yang pernah dibelanya.  AC Parma dan Juventus.  Buffon patut berbangga diri, karena selama berkarir di kedua klub tersebut, sejumlah gelar bergengsi pernah ia sumbangkan.  Juara Coppa Italia, Piala Super Italia, dan Piala UEFA pernah ia berikan bagi klub AC Parma.  Sementara gelar juara Serie A, gelar juara Serie B, Coppa Italia dan Piala Super Italia pernah ia berikan kepada Juventus.  Di level timnas, prestasinya pun cukup gemilang.  Gelar juara Piala Dunia 2006 turut ia berikan bagi negaranya.

Tidak hanya para pendukung timnas Italia ataupun klub Juventus yang akan kehilangan suami dari Ilaria D’Amico pada akhir musim nanti, tetapi tentu kita seluruh penikmat sepakbola dunia akan merindukan kecemerlangan pemain asal Carraram Tuscany, Italia ini.

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top