Half Time

Delusi Tingkat Dewa Versi Erick Thohir

trio belanda erick thohir
Foto: Twitter.com/wererio

Erick Thohir. Nama ini dulunya mungkin dikenal di lingkungan NBA. Dia adalah pebisnis Indonesia yang sukses di Negeri Paman Sam, menginvestasikan sejumlah uangnya di klub basket Philadelphia 76ers. Thohir memang cinta pada olahraga. Atas dasar kecintaannya itu juga lah sehingga ia melebarkan sayapnya ke ranah yang lebih luas: Sepakbola. Singkat cerita, namanya pun terdaftar sebagai salah satu pemegang saham di klub MLS, DC United.

Belum puas dengan MLS, Thohir kemudian merambah ke sepakbola Eropa, kompetisi yang digandrungi oleh mayoritas penduduk bumi dan Indonesia pada khususnya. Pebisnis yang lahir di tahun 1970 ini lantas membeli 70 persen saham FC Internazionale dari Massimo Moratti. Akuisisi ini terjadi pada tahun 2015. Thohir memiliki ambisi membawa Inter kembali digdaya di kancah Eropa.

Dua musim berjalan, Inter yang diharapkannya tak kunjung menorehkan prestasi. Mungkin atas dasar ini juga sehingga Thohir kemudian menjual sebagian besar sahamnya ke Suning Holdings Group di tahun 2016. Meski begitu, Erick Thohir tetap terdaftar sebagai chairman kedua klub setelah Zhang Jindong.

Sebenarnya tidak ada hal yang istimewa yang pernah dan membekas di ingatan fans sepakbola, kecuali mungkin banner Interisti di Giuseppe Meazza yang menyinggung tentang seorang Indonesia yang menghancurkan klub mereka.

Dua hari yang lalu, Thohir kembali menjadi sorotan publik bahkan jadi bahan olok-olok fans untuk yang kesekian kalinya. Apa pasal? Dalam wawancaranya dengan MetroTV, pebisnis 47 tahun kelahiran Jakarta mengklaim dirinya sebagai Interista sejak lama, sejak Trio Belanda berjaya di Internazionale. Padahal, dalam sejarah berdirinya klub, tidak ada pemain Belanda yang benar-benar bersinar di sana. Memang pada era masa lalu ada Trio Belanda di Milan yang terkenal, tapi mereka tidak bermain untuk Inter, melainkan rival sekota klub, AC Milan.

Tak ingin dianggap sebagai fans abal-abal, Erick Thohir kemudian meluruskan salah ucapnya tersebut dengan berkilah kalau yang ia maksudkan adalah Deutsch, bukan Dutch. Tapi lagi-lagi ini menjadi pernyataan yang menggelikan, karena percakapan tersebut dilakukan dalam Bahasa Indonesia. Jerman dan Belanda? Erick Thohir jelas-jelas tengah mengalami halusinasi.

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top