Half Time

Lima Transfer Pemain Terburuk Premier League 2017/18

transfer pemain terburuk

Premier League sudah hampir memasuki periode paruh musim yang berarti jendela transfer musim dingin akan segera dibuka. Lalu, bagaimana dengan transfer musim panas yang baru saja berlalu? Well, banderol harga yang tinggi ternyata tak menjamin pemain tersebut bisa menjaga konsistensi dan tetap bermain bagus di klub baru. Tak sedikit di antara mereka yang bermain buruk. Siapa saja transfer terburuk Premier League di musim panas lalu? Kami memilih lima pemain yang kontribusinya sangat kurang untuk klub baru mereka.

Gylfi Sigurdsson (Everton)

Gylfi Sigurdsson memang tampil impresif selama satu musim kompetisi bersama Swansea. Tapi sebagai pemain yang pernah gagal bersinar di Tottenham Hotspur, harga 45 juta pounds adalah nominal yang sangat besar untuk Everton. Ronald Koeman gagal menemukan formasi yang tepat untuk gelandang serang asal Islandia. Sigurdsson hingga kini masih kesulitan beradaptasi dengan The Toffees. Satu gol dan dua assists dari 13 penampilan tentu bukan suatu prestasi yang bisa dibanggakan.

Davy Klaassen (Everton)

Salah satu alasan mengapa Davy Klaassen didatangkan Ronald Koeman selain karena keduanya memiliki kewarganegaraan yang sama adalah Klaassen memiliki kualitas individu yang mumpuni. Ia sudah membuktikannya kala masih berkostum Ajax Amsterdam.

Tapi, semuanya tidak berjalan mulus di Premier League. Pemain 24 tahun sulit beradaptasi dengan atmosfer Liga Inggris. Sebelas pertandingan sudah dijalaninya, tapi pemain asal Belanda hanya bisa mencetak satu assist tanpa satu pun gol untuk Everton.

Danny Drinkwater (Chelsea)

Memasukkan nama Danny Drinkwater mungkin akan sedikit kontroversial, karena sang pemain lebih banyak menghabiskan waktunya dengan proses pemulihan cedera. Namun, kompetisi saat ini sudah memasuki bulan November, dan Drinkwater hanya bisa bermain sebanyak 3 kali untuk The Blues.

Chelsea memboyong eks Leicester setelah menyepakati angka 35 juta pounds. Saat ini, Antonio Conte sedang kesulitan mencari pengganti N’Golo Kante yang cedera. Drinkwater sebenarnya adalah pemain yang tepat untuk mengisi pos tersebut. Tapi apa daya, gelandang asal Inggris lebih sibuk dengan cederanya.

Kelechi Iheanacho (Leicester City)

Kelechi Iheanacho adalah satu dari sekian banyak pemain dengan banderol tinggi tapi minim produktivitas. Saat didatangkan dari Manchester City, striker 21 tahun diharapkan bisa bermain reguler dan menciptakan gol untuk The Foxes.

Sayangnya Iheanacho lebih banyak berkutat dengan cedera. Tujuh pertandingan tanpa satu gol pun menjadi bukti sah gagalnya sang striker berkostum Leicester.

Alex-Oxlade Chamberlain (Liverpool)

Frustasi, cedera, dan kurangnya kesempatan bermain reguler, serta seringkali dimainkan tidak pada posisi aslinya adalah gabungan kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan karir Alex-Oxlade Chamberlain di Arsenal. Sehingga ketika Liverpool datang dengan tawaran yang fantastis, Ox dan Arsenal tak bisa menolaknya.

Namun apa daya, nasibnya di Anfield juga ternyata hampir berbanding lurus saat masih berkostum The Gunners. Gelandang asal Inggris gagal memikat hati Jurgen Klopp. Chamberlain hanya tujuh kali diturunkan, itupun dengan status sebagai pemain cadangan. Kasihan.

sumber: caughtoffside.com

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top