Half Time

Tentang Selebrasi Kontroversial Adebayor di Depan Fans Arsenal Ketika Itu….

adebayor

Tahun 2009 lalu, Emmanuel Adebayor menjadi pusat perhatian saat melakukan selebrasi kontroversial di depan tribun fans Arsenal. Mereka yang menyaksikan momen tersebut di layar kaca pasti tak bisa melupakan begitu saja pemandangan tersebut. Ketika itu, Adebayor baru saja pindah ke Manchester City dari Arsenal. Beberapa bulan setelah kepindahannya ke Etihad, Adebayor untuk pertama kalinya berhadapan dengan mantan klubnya.

Oleh Dewa Sepakbola, pertandingan tersebut mungkin memang sudah ditakdirkan menjadi panggung bagi Adebayor. Striker asal Togo harus berlapang dada mendengar suara-suara sumbang yang mencaci maki dirinya sepanjang pertandingan. Hingga akhirnya sebuah umpan silang dari sisi kanan dari Shaun Wright-Philips berhasil dikonversi sempurna oleh Adebayor lewat sebuah sundulan yang bersarang ke gawang Arsenal. Ia pun merayakan golnya dengan melakukan selebrasi, berlari ke sisi lapangan lainnya, tempat di mana fans Arsenal berkumpul. Selebrasi yang kemudian menyulut kemarahan para Gooners.

Kepada Sport Witness, Adebayor membeberkan secara detil mengenai selebrasi kontroversialnya tersebut. Dalam wawancara eksklusifnya, pemain bernomor punggung 25 mengaku alasan mengapa ia memprovokasi fans Arsenal, karena mereka sepanjang pertandingan menghina keluarganya.

“Kenapa saya melakukannya? Adrenaline. Setelah selebrasi itu, saya mendapat peringatan dari FA bahwa mereka akan memberikan sanksi denda. Kalaupun saya harus membayar 2 juta euro, saya akan tetap melakukannya, mengingat apa yang telah saya lalui selama ini.”

“Saya tidak akan diam begitu saja, mendengarkan lima ribu penonton menghina keluargaku, padahal mereka sama sekali tidak mengerti tentang hal tersebut. Sebelum pertandingan, saya merasakan beban sekitar 2000 kilo di pundakku, tapi semua itu memuai dan saya cuma bisa merasakan 20 kg sepanjang pertandingan.”

Tentang detil selebrasinya…

“Saat saya mulai berlari, Shaun Wright-Philips mencoba menangkapku. Dia orangnya kecil, jadi sedikit gerakan dengan bahu cukup membuatnya terpental. Kemudian ada Gareth Barry yang mencoba menghentikanku. Dia sangat lambat, dengan sedikit gerakan tipuan, saya berhasil melewatinya. Di sana juga ada Kolo Toure, tapi dia menyadari dan membiarkan saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.”

“Saat meluncur ke arah fans Arsenal, saya membuka tangan selebar-lebarnya, membuatku tak tersentuh. Mereka kemudian melempar apa saja yang bisa dilempar: Telepon seluler, botol air minum, tapi saya tidak bergeming. Benda-benda tersebut hanya melewatiku. pew, pew, seperti adegan di film-film!”

“Saat itu adalah sensasi di mana anda seperti baru saja bebas setelah sekian lama menghabiskan hidup di dalam penjara, hingga akhirnya seseorang mengatakan padamu: “Bro, itu pintunya. Pergilah. Kau bebas sekarang.” Saya merasakan hal seperti itu. Sebuah kebebasan.

Insert Akon-Freedom into the video

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top