Haris Suban

Kebangkitan Timnas Prancis

Pogba-and-Griezmann-offside-id
Foto: www.eurosport.com

Tim nasional sepakbola manakah yang paling bersinar akhir – akhir ini? Apabila pertanyaan tersebut dilontarkan ke saya, tentu tidaklah sulit saya menjawabnya.  Timnas Prancis adalah tim tersebut.  Bagi saya, di 2017 ini tidak ada tim sekomplit Prancis.

Tentu tidak semata – mata karena terdapat Paul Pogba yang sempat menjadi pemain termahal di dunia musim lalu.  Toh, dengan kehadiran seorang Pogba di lapangan pun, tidak bisa membendung kemujuran timnas Portugal kala berhasil memenangkan Euro 2016 melalui gol semata wayang Eder meskipun Cristiano Ronaldo hanya berada di pinggir lapangan sejak awal pertandingan karena cidera.

Tim Ayam Jantan Prancis, memasuki era keemasannya kini.  Secara materi pemain, mereka merata di segala lini.  Para pemain berkualitas mulai bermunculan akhir – akhir ini.  Hal itu tentu terasa aneh, apabila kita melihat kualitas liga sepakbola domestik mereka yang tidak sementereng Inggris, Italia, bahkan Spanyol.  Namun fakta menyebutkan, bahwa sejumlah pemain Prancis, merupakan andalan bagi klub yang dibelanya.  Tidak hanya sekedar andalan, tetapi mereka juga dipandang cukup berpengaruh terhadap kesuksesan klub yang memainkan mereka.

Nama Paul Pogba dan Anthony Martial di Manchester United dalam dua musim belakangan ini cukup memberikan kontribusi gemilang.  Kedua pemain ini tidak henti-hentinya mencetak gol dan menyumbangkan kemenangan bagi tim Setan Merah.  Hugo Lloris cukup kokoh di bawah mistar Tottenham Hotspurs.  Thomas Lemar cukup gemilang bersama AS Monaco musim lalu dan hingga sejauh ini.  Ousmane Dembele menyusul Samuel Umtiti yang telah lebih dulu berseragam Barcelona.  Perannya dianggap cukup mampu untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Neymar.  N’golo Kante yang mampu membawa Leicester City dan Chelsea menjuarai kompetisi Premier League.  Kylian Mbappe, pemain 18 tahun asal AS Monaco yang kini memilih hijrah ke Paris Saint-Germain sempat membuat sejumlah klub besar Eropa ingin meminangnya.  Dan tentunya nama Antoine Griezmann tidak bisa kita kesampingkan begitu saja, kala mampu membawa Atletico Madrid menjadi tim yang cukup disegani di Liga Spanyol dan di level antar klub Eropa.

Nama – nama tersebut di atas hanya seklumit nama tenar yang sering kita bicarakan saat kita berdiskusi ringan tentang sepakbola saat ini.  Generasi emas timnas Prancis ini mengingatkan saya pada masa emas skuad mereka kala menjuarai Piala Dunia 1998.  Nama Zinedine Zidane (Juventus), Youri Djorkaef (Inter Milan), Emanuel Petit (Arsenal), Fabian Barthez (AS Monaco), Marcel Desailly (Chelsea), hingga Lilian Thuram (Parma) merupakan sejumlah pemain yang juga memiliki peran sentral di klub mereka masing – masing kala itu.  Dan di era tersebut, timnas Prancis menjadi momok menakutkan bagi para lawan – lawannya.  Setelah berhasil menjuarai Piala Dunia 1998, mereka juga sukses menyabet Piala Eropa 2000 dan 2003.  Tidak hanya sampai di situ saja, gelar juara Piala Konfederasi juga berhasil mereka raih pada tahun 2001 dan 2003.  Kini, salah satu pemain kunci timnas Prancis di era emas tersebut menjadi pelatih utama timnas Prancis di era emas 2017.  Didier Deschamps yang juga menjadi kapten cadangan setelah Laurent Blanc saat itu, bisa membagikan pengalamannya kala berhasil membawa sepakbola Prancis menjadi sangat disegani.  Mental para pemain – pemain era emas 2017 ini bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga mereka bisa kembali ditakuti oleh lawan -lawannya.

France-World-Cup-trophy-98-offside-id

Para pemain timnas Prancis kala menjuarai Piala Dunia 1998. Tampak Bixente Lizarazu dan Marcel Desailly mengapit Zinedine Zidane yang sedang mengangkat tropi juara dunia. Sumber foto: www.planetfootball.com

Generasi emas timnas Prancis kini terbukti telah mampu mencapai partai puncak Euro 2016, meskipun Dewi Fortuna tampak belum berpihak kepada mereka.  Hasil akhir memang kurang berpihak, namun apabila kita melihat perjalanan mereka dari awal kompetisi hingga partai final, kita tentu akan geleng – geleng kepala.  Tidak pernah sekalipun mereka menelan kekalahan.  Hasil terburuk yang mereka raih adalah kala bermain imbang 0-0 melawan Swiss di fase group.  Bahkan di partai semifinal, mereka berhasil menang meyakinkan atas timnas Jerman dengan skor 2-0.  Raihan yang membuat mereka menjadi sangat dijagokan untuk memenangkan turnamen sepakbola antar Negara Eropa tersebut.

Jalan mereka menuju perhelatan Piala Dunia 2018 nanti sepertinya akan mulus.  Hingga tujuh pertandingan, mereka masih bertengger nyaman di puncak klasemen sementara dengan 16 poin dan mencatatkan produktifitas gol terbaik pula di Group A sejauh ini. Terbaru, tentu kemenangan 4-0 atas tim kuat Belanda merupakan sebuah bukti kebesaran timnas Prancis.  Dua gol Thomas Lemar, dan masing – masing satu gola dari Griezmann dan Lottin membuat tim Oranye harus sedikit berjuang guna membuka peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2018.

Tahun depan, Rusia bisa menjadi saksi kebangkitan kembali tim Ayam Jantan Prancis.  Apabila semua skema berjalan sesuai rencana, tampaknya hanya Dewi Fortuna sajalah yang mampu menghentikan laju mereka untuk meraih gelar juara dunia untuk kali kedua sepanjang sejarah.  Apabila kelak mereka menjadi juara, jangan lupa bahwa kalian telah membaca prediksinya melalui tulisan ini.

 

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top