Mirwanovic

Jangan Berharap Banyak Pada (Rumor) Transfer James Rodriguez

Dua hari terakhir, timeline Twitter saya diramaikan oleh dua hal: Yang pertama tentu saja cerita tiada akhir Habib Rizieq yang takut pulang ke Indonesia karena malu bertemu Firza Husein. Kemudian yang kedua, Saga transfer James Rodriguez ke Manchester United. Keduanya memang menarik untuk ditelusuri perkembangannya, tapi saya memilih tidak mengikuti kasus yang pertama. Tidak ada sentimental berlebih kenapa saya enggan membahas kasus yang pertama. Tidak ada untungnya juga membahas orang yang cuma bermodal mulut besar tapi tidak bernyali sama sekali.

James Rodriguez sudah jelas dan hampir dipastikan pindah dari Real Madrid di jendela musim panas nanti. Isyarat itu sudah diperlihatkan gelandang Kolombia saat ditarik keluar di pertandingan kontra Sevilla. Dengan kepala tegak, James membalas standing ovation fans dan keluar meninggalkan lapangan. Ya. James ada baiknya memang segera angkat kaki dari Real Madrid. Tetap bertahan dan menjadi hiasan di pinggir lapangan hanya akan mengubur karir sepakbolanya yang sebenarnya masih sangat cerah untuk ukuran pemain berusia 25 tahun. Spekulasi kemudian berhembus. Media internasional khususnya Inggris santer memberitakan pemain muda terbaik di Piala Dunia 2014 itu sudah ada dalam daftar teratas incaran Jose Mourinho di jendela transfer musim panas. Bak gayung bersambut, fans United sontak antusias dengan gossip ini.

Apakah James memang pemain yang diharapkan United dan Mourinho? Saatnya refleksi sejenak dan mengingat kembali kiprah Red Devils di musim ini. Meski menunjukkan gaya bermain yang penuh gairah dan aliran bola yang begitu flowing, tapi United belum sepenuhnya menemukan kembali jati diri mereka sebagai tim penguasa di tanah Britania. Sempat menciptakan rekor 25 kali tak terkalahkan di liga, Manchester United kembali ke kodratnya pasca-Alex Ferguson: Peringkat enam klasemen. Ini adalah pemandangan yang lumrah. Perdebatan kemudian muncul ke permukaan. Apakah skuat musim ini belum cukup kuat? Kenyataannya, klub sudah mendatangkan sejumlah pemain bintang dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Henrikh Mkhitaryan masih butuh proses adaptasi. Eric Bailly tidak memiliki tandem yang kompeten, dan United masih terlalu bergantung pada Paul Pogba di lini tengah. Absennya Zlatan Ibrahimovic yang cedera masih bisa ditutupi oleh Marcus Rashford yang terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Masuknya James Rodriguez memang akan menambah daya serang dan membuat Jose Mourinho memiliki beberapa alternatif dalam menentukan skema permainan. James adalah pemain dengan karakter goalscoring no10. Dengan kata lain, ia adalah pemain yang senang beroperasi di belakang striker dan tak jarang muncul sebagai false nine. Ia juga bisa bermain melebar ke sisi sayap. Akan tetapi jika yang dibutuhkan United saat ini adalah winger tradisional, maka jelas ia bukan orang yang tepat. Dan jangan lupa, masih ada Mkhitaryan, pemain dengan karakter yang hampir sama dengan James.

Ini kemudian akan menjadi boomerang, karena sebenarnya Man United butuh striker prolific yang bisa dijadikan tumpuan di depan. Jika klub gagal mendatangkan satu striker di musim panas nanti, ada kemungkinan Ed kembali mengalihkan perhatian ke James.

Lagipula, fans United seharusnya bisa berkaca pada rumor transfer sebelumnya. Ketika itu, Sergio Ramos diisukan akan hengkang ke United, namun berakhir dengan perpanjangan kontrak yang baru. Ramos memanfaatkan keinginan klub Inggris semata-mata demi mendapatkan kontrak baru. Dan kali ini, Real Madrid melakukan hal yang serupa. Bedanya, yang ada dalam pikiran Madrid Cuma satu: Bagaimana mereka bisa mendapatkan dana yang besar dari hasil penjualan pemain bintang mereka.

Faktor lain yang harus dihadapi United dari transfer Rodriguez adalah klub harus bisa meyakinkan fans kalau pembelian yang mereka lakukan bukanlah flop transfer. United perlu berkaca pada kasus Angel Di Maria. Tahun 2014, Di Maria didepak dari Real Madrid semata-mata demi memuluskan transfer James. Ed Woodward pun memanfaatkan situasi ini dengan mendatangkannya dari Spanyol. Padahal, tidak ada yang tahu apakah Di Maria akan cocok dengan United, atau apakah ia akan cocok dengan system yang ada. Klub mengontrak Di Maria semata-mata karena factor nama besar. Hasilnya kemudian berakhir dengan memalukan. Winger Argentina hanya bertahan semusim.

Belum lagi jika kita mengaitkannya dengan finansial klub. Angka 80 juta euro untuk seorang pemain yang selama semusimnya habis dengan duduk di bangku cadangan adalah nominal yang terlampau tinggi. Dan harga tersebut sudah pasti berbanding lurus dengan besarnya gaji yang diinginkan Rodriguez.

Sekali lagi, semuanya masih bisa terjadi meskipun mungkin akan berakhir sebagai sebuah transfer saga yang aneh. Satu hal yang pasti, pihak klub belum resmi mengumumkan perburuan mereka, jadi jangan terlalu berharap banyak dengan ‘James Rodriguez to Man United is done deal’, fans United. Berharaplah Wayne Rooney disingkirkan, klub mendapat pemasukan yang besar, dan Mourinho mengontrak striker hebat. Lukaku atau Aguero misalnya. Setuju?

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top