Mirwanovic

Bedah Kekuatan Liverpool dan Manchester United Jelang Northwest Derby

Northwest Derby

Berakhirnya International Break menyisakan pekerjaan rumah yang berat bagi Jose Mourinho dan Jurgen Klopp, dua manajer Premier League yang akan beradu taktik akhir pekan ini dalam tajuk Northwest Derby. Liverpool vs Manchester United adalah pertemuan dua manajer dengan gaya bermain yang berbeda. Mourinho yang lebih pragmatis akan meladeni permainan menyerang Liverpool dan cenderung bertahan. Sementara Klopp adalah manajer yang lebih mengutamakan serangan, atau istilah kerennya, gegenpressing.

Kondisi Terakhir Kedua Tim

Bisa dikatakan, Northwest Derby adalah ujian yang sebenarnya bagi Jose Mourinho setelah enam pertandingan sebelumnya Manchester United berhasil menang mudah atas lawan-lawannya (kecuali pertandingan versus Stoke City). Mengalahkan Liverpool, apalagi dengan status sebagai tim tamu bukanlah perkara yang mudah. Pada Derby nanti, Man United bertandang dengan kondisi tim yang sedikit timpang. United harus kehilangan tiga gelandang sentral mereka secara bersamaan. Setelah Paul Pogba dan Michael Carrick, giliran Marouane Fellaini yang dipastikan absen. Sebuah kerugian tentunya, mengingat peran Fellaini sebagai ball-playing midfielder akan sangat dibutuhkan Mourinho demi meredam serangan Liverpool yang akan dititikberatkan pada kaki Philippe Coutinho. Satu-satunya stok gelandang murni yang dimiliki United saat ini adalah Ander Herrera.

Permasalahan lain ada pada dua full back United. Belum adanya deputi yang mumpuni untuk Antonio Valencia memaksa Mourinho mengistirahatkan Valencia di pertandingan terakhir Champions League. Memang masih ada Matteo Darmian yang bisa mengisi pos tersebut, tapi kualitas full back Italia masih selevel di bawah Tony V. Sementara itu di sisi bagian kiri, Manajer Portugal tak bisa berharap terlalu banyak pada Ashley Young yang level permainannya sering naik turun, menyesuaikan dengan mood. Memasukkan nama Luke Shaw sebagai starting lineup di bek kiri setidaknya bisa meredam pergerakan Mohamed Salah. Jika ini terjadi, Shaw bisa memanfaatkan laga di Anfield sebagai momentum untuk kembali merebut hati sang manajer.

Kondisi yang dialami Mourinho sebenarnya tak beda jauh dengan Jurgen Klopp bersama Liverpool. Mohamed Salah yang tampil cemerlang bersama Mesir di ajang kualifikasi Piala Dunia kemarin sudah pasti akan menjadi pilihan utama Der Jurgen. Di sisi lain, Klopp harus memutar otak lebih keras karena Sadio Mane juga harus absen akibat cedera hamstring di laga internasional. Menggeser Roberto Firmino agar bermain melebar dan memercayakan lini depan di pundak Daniel Sturridge sebagai striker tunggal adalah opsi yang paling relevan, daripada memercayakan sektor sayap pada Alex-Oxlade Chamberlain.

Pemilihan Taktik

Skema 4-2-3-1 adalah pakem ideal Jose Mourinho. Menempatkan Herrera dan Nemanja Matic sebagai pivot adalah komposisi terbaik di lapangan tengah. Secara kualitas, lini tengah United tidaklah buruk-buruk amat. Toh, Herrera juga bisa memainkan peran sebagai Ball Playing Midfielder, seperti yang diperlihatkannya di musim lalu saat United bermain imbang 0-0 di Anfield. Hanya saja, ia tidak memiliki physical presence seperti Fellaini yang bisa menjaga stabilitas antara lini belakang dan lini tengah.

Berkaca pada pertandingan terakhir, Liverpool cenderung mengalami kebuntuan saat menghadapi tim yang menggunakan skema 4-2-3-1 tipe bertahan yang menitikberatkan pada serangan balik. Jika patokannya adalah komposisi pemain di pertandingan kontra Newcastle, fans Liverpool patut waspada. Saat bertandang ke St James Park, hanya Jordan Henderson yang memiliki atribut bertahan yang cukup baik. Mengharapkan seorang Henderson untuk memotong alur serangan balik cepat United tidaklah cukup.

Bertahan pada pakem 4-3-3 menyerang dan menginstruksikan pemain bertahan Liverpool dengan high defensive line akan menjadi mangsa empuk bagi lini depan United yang piawai memanfaatkan celah dan serangan balik. Jika Joel Matip dan Dejan Lovren saja tidak bisa menghentikan pergerakan Joselu dalam proses terjadinya gol The Magpies, bagaimana mungkin kedua bek yang sebenarnya tidak kompeten itu bisa menghentikan pemain sekelas Rashford atau Lukaku? Membayangkannya saja saya sudah cukup merinding.

Mari berharap semoga pemain bertahan Liverpool tidak ada yang encok seusai pertandingan nanti..

Semoga….

Tulisan ini juga diterbitkan di UC We-Media. Link di sini

Click to comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

To Top