Mirwanovic

Head2Head: Arsenal vs Man United (Ultimate XI)

Super Sunday Premier League pekan ini akan menyajikan dua partai klasik yang mempertemukan Arsenal vs Manchester United. Dulu kala, dua tim adalah yang terbaik di eranya. Baik United maupun Arsenal adalah tim yang saling sikut demi posisi teratas klasemen. Pertemuan di atas lapangan seringkali dibumbui intrik, drama, adu argumen, hingga baku pukul.

Untuk edisi kali ini akan agak sedikit berbeda. Boro-boro peringkat pertama, dua tim ini harus mati-matian menduduki peringkat empat klasemen, semata-mata demi satu tiket untuk jatah kualifikasi UEFA Champions League.

Nah, berkaitan dengan pertemuan keduanya, kami mencoba menakar kekuatan Arsenal dan United, dengan menggabungkan skuat yang pernah ada, dimulai sejak tahun 1992 hingga sekarang. Kami menyebutnya: Ultimate Arsenal XI vs Manchester United XI. Siapa yang akan keluar sebagai juara?

Goalkeeper: David Seaman vs Peter Schmeichel

Dengan segala hormat kepada David De Gea ataupun Edwin van Der Sar, Peter Schmeichel adalah goalie yang tepat untuk diadu dengan Seaman. Keduanya adalah yang terbaik sejak era Premier League bergulir. Schmeichel memiliki kharisma di dalam lapangan, pun halnya dengan Seaman. Secara kualitas, tidak ada perbedaan yang signifikan. Saat Schmeichel dan Seaman meninggalkan klub, Arsenal dan United sama-sama kesulitan mencari pengganti yang pas. Roy Carroll, Mark Bosnich, hingga Massimo Taibi pernah didaulat sebagai pengganti Schmeichel. Tapi tak satupun dari mereka yang sesuai harapan. Hingga akhirnya Fergie melakukan perjudian dengan mengontrak kiper veteran asal Belanda, keputusan yang belakangan berakhir dengan senyuman di bibir manajer asal Skotlandia.

Sementara Arsenal, Arsene Wenger masih dinaungi sedikit keberuntungan ketika mereka mendapatkan tanda tangan Jens Lehmann. Tapi, sepeninggal Lehmann, tak ada lagi goalie yang mumpuni. Lukasz Fabianski, Manuel Almunia, David Ospina, hingga yang teranyar Petr Cech.

Winner: Peter Schmeichel.

Right Back: Bacary Sagna vs Gary Neville

Hingga saat ini, belum ada satupun pemain yang memiliki atribut yang sama seperti Gary Neville sebagai bek kanan United. Menjadi bagian dari Class of ’92, Neville mengukuhkan dirinya sebagai pemain reguler tim, meraih segudang gelar, dan bahkan mengakhiri karirnya di United. Sagna, di sisi lain merupakan salah satu bukti pembelian jitu Arsene Wenger. Tak ada yang mengenal namanya ketika ia masih berkostum Auxerre. Sagna yang dianggap sebagai ‘unknown’ kemudian membuktikan kapasitasnya dan menjadi langganan di sisi kanan pertahanan Gunners.

Winner: Gary Neville. Kualitas keduanya memang tidak beda jauh, tapi dalam hal medali, Sagna tidak ada apa-apanya dibanding saudara kembar Phil ini.

Center Back: Sol Campbell vs Nemanja Vidic

Menjadi tandem Rio Ferdinand di lini belakang United, Nemanja Vidic adalah batu karang yang sulit ditembus striker Premier League. Di sisi lain, Sol Campbell juga memiliki kapasitas dan kualitas yang sama.

Winner: Sol Campbell. Sulit untuk mencoret nama Campbell kali ini. Ia lebih berpengalamanan di Premier League, juga langganan utama tim nasional Inggris. Faktor lain yang menjadi pertimbangan bagi kami adalah cedera. Nemanja, meski terkesan solid, tapi pemain asal Serbia ini seringkali mengalami cedera.

Center Back: Tony Adams vs Rio Ferdinand

Sama-sama dari Inggris, dan menjadi andalan di lini belakang. Keduanya adalah jenderal di barisan terakhir klub. Tony Adams adalah Mr. Arsenal, legenda sekaligus pemimpin klub. Eks pemain yang sekarang menangani klub kecil Granada ini pernah mengemban jabatan kapten hingga tahun 2002. Sementara itu, Ferdinand dulunya adalah salah satu pemain termahal yang pernah ada dalam sepakbola Inggris saat dibeli United. Nominal transfer itu kemudian dibuktikannya dengan memberikan enam gelar liga, satu gelar Champions, dan tiga gelar FA Cup untuk United.

Winner: Rio Ferdinand.

Left Back: Ashley Cole vs Patrice Evra

Bagi fans Arsenal, Ashley Cole adalah pengkhianat. Ia adalah pemain yang tahu bagaimana membalas budi untuk klub yang sudah membesarkan namanya. Kepindahannya ke klub rival Chelsea di tahun 2006 adalah salah satu yang tidak akan pernah dilupakan oleh para Gooners. Terlepas dari semua caci maki itu, Cole adalah satu yang terbaik dalam kategori bek kiri. Ia adalah bagian dari skuat juara The Gunners di tahun 2004 silam.

Patrice Evra memiliki kecepatan dan kegesitan yang mirip dengan Cole. Sejak didatangkan tahun 2006 lalu, Evra selalu menjadi langganan di klub. Tak ada pemain United di posisi yang sama yang bisa menyamai levelnya. Jika berbicara gelar, tentu saja gelar pemain asal Prancis ini lebih mentereng ketimbang Cole.

Winner: Ashley Cole.

Right Midfield: Alexis Sanchez vs Cristiano Ronaldo

Dulu, sebelum era milenium, ada satu pemain United yang begitu diagungkan dan dipuja selain Eric Cantona. David Beckham namanya. Kualitas dan nama besarnya tidak perlu diragukan lagi. Sehingga jika kita berbicara tentang Ultimate XI atau Best XI, namanya harus ada dalam skuat. Satu-satunya cara mendepak nama Beckham adalah menggantinya dengan pemain yang lebih hebat. Dan siapa yang bisa menyangkal kehebatan seorang Cristiano Ronaldo? Pemain serba bisa yang saat ini menjelma menjadi mesin gol di Spanyol.

Di kubu Arsenal, sebenarnya tidak ada satupun pemain yang mendekati kualitas CR7. Jika ada yang bertanya kenapa kami memilih nama Alexis Sanchez, bukankah jawabannya sudah jelas? Hanya pemain ini yang performanya di atas rata-rata pemain Arsenal lainnya.

Winner: Cristiano Ronaldo. Adalah sebuah dosa besar tidak memilih Ronnie ke dalam Ultimate XI

Central Midfielder: Roy Keane vs Patrick Vieira

CARDIFF, WALES – MAY 21: Roy Keane of Manchester United clashes with Patrick Vieira of Arsenal during the FA Cup Final match between Arsenal and Manchester United at the Millennium Stadium on May 21 2005 in Cardiff, Wales. (Photo by John Peters/Manchester United via Getty Images)

Mereka adalah dua kapten yang akan selalu mencari cara untuk saling sikut dan sebisa mungkin mencederai satu sama lain. Keduanya adalah pemimpin dengan karakter bermain yang hampir sama. Keduanya adalah ikon klub.

Winner: Patrick Vieira. Jika dibandingkan dengan Keano, Vieira lebih memiliki kualitas dalam hal mendikte dan mengatur tempo pertandingan yang membuatnya unggul atas eks kapten United tersebut.

Central Midfield: Cesc Fabregas vs Paul Scholes

Fabregas dan Scholes memiliki gaya bermain yang hampir sama. Keduanya dibekali intelektual yang tinggi, dan tidak salah jika Wenger dan Fergie menaruh harapan kepada keduanya yang saat itu masih berusia belia.

Winner: Pilihan yang sangat sulit. Sorry, Cesc……

Left Midfield: Robert Pires vs Ryan Giggs

Kolaborasi Robert Pires di sisi kiri dengan Thierry Henry adalah kolaborasi mematikan dan selalu menjadi momok bagi lini belakang tim Premier League. Pires, yang juga sering memerankan peran sebagai nomor 10, adalah bagian dari skuat juara Arsenal tahun 2001/2002 dan 2003/2004.

Ryan Giggs, di sisi lain adalah pemain sayap klasik yang lebih senang menyisir sisi kiri lapangan. Peran sebagai nomor 10 baru dicobanya saat kecepatannya menurun karena dimakan usia. Pensiun di klub dengan status 13 gelar Premier League.

Winner: Ryan Giggs. Robert Pires masih satu tingkat di bawah Pria Wales tersebut.

Striker: Dennnis Bergkamp vs Eric Cantona

Pilihan macam apa ini? Bergkamp dan Cantona adalah dua striker yang sama-sama membawa perubahan di klub masing-masing. Eric Cantona sukses menularkan semangat dan mental juara yang berujung gelar bagi United di era 90an, sementara Bergkamp adalah striker yang benar-benar ditakdirkan untuk Arsenal. Ia memiliki segalanya. Bergkamp berhasil membuat permainan The Gunners menjadi lebih hidup dan lebih indah untuk dinikmati.

Winner: Siapa yang berani singkirkan King Eric?

Striker: Thierry Henry vs Ruud van Nistelrooy

Tidak ada nama Zlatan kali ini. Terlalu dini untuk memasukkan namanya, mengingat ia belum genap semusim berkostum United. Nistelrooy adalah rival yang cocok bersaing dengan King Henry. Keduanya sama-sama dikenal sebagai striker mematikan. Hanya saja, Henry dan Nistelrooy memiliki karakter yang berbeda. Striker Belanda adalah tipikal predator yang mematikan di kotak penalti, sementara Henry memiliki pergerakan dan daya jelajah yang lebih bebas. Striker Prancis lebih senang menjadi bagian dalam proses ataupun awal dari serangan Arsenal.

Winner: Superioritas Henry masih belum bisa disandingkan dengan pencapaian Ruudtje.

 

Formasi: 4-4-2. Manager: Alex Ferguson

Ultimate Winner: Manchester United.

Click to comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

To Top