Rooney Returns Yang Tidak Berakhir Seperti Cerita Superman Returns
Berita

Rooney Returns Yang Tidak Berakhir Seperti Cerita Superman Returns

rooney returns

Sebelas tahun lalu, Warner Brothers Inc. memutuskan untuk kembali mengangkat cerita tentang Clark Kent, alien dari Planet Kripton yang terdampar di bumi karena planet tempatnya tinggal hancur akibat perang. Keputusan itu disambut antusias oleh banyak pihak, apalagi itu adalah kali pertama kembali munculnya Superman setelah terakhir kali menampakkan diri di layar kaca pada tahun 1987. Superman Returns kemudian ditetapkan sebagai judul, dengan harapan penonton tertarik dan antusias menyaksikannya. Tapi tetap saja, namanya juga film Superman, dari tahun ke tahun ceritanya sebenarnya hampir sama: Clark Kent harus merahasiakan identitasnya dari Lois Lane (dan mengibulinya dengan sebuah kacamata!) tapi di satu sisi ia juga harus menjaga bumi dari invasi Kryptonian yang masih begitu ngotot ingin membunuhnya. Entahlah. Superman mungkin memang memiliki hati yang terlampau baik, hingga rela menjadikan dirinya sebagai tameng untuk melindungi planet yang bukan tempat asalnya. Sungguh berbeda dengan potret yang ada di negeri ini, saat setiap individu saling sikut dan berusaha menjatuhkan satu sama lain. *eh.

Saya tidak akan membahas lebih detil tentang cerita Superman di sini, karena selain bukan ranahnya, saya juga tidak pernah menyukai tokoh fiksi yang diciptakan Detective Comics tersebut. Lho? Terus apa hubungannya Superman Returns dengan Rooney Returns?

Oke. Jadi begini. Rooney Returns sesungguhnya adalah tagline yang dibuat oleh salah satu stasiun TV yang memiliki hak siar resmi Premier League. Tagline Rooney Returnstentu saja sebagai bagian dari partai kelima Liga Inggris di mana Man United menjamu Everton di Old Trafford. Sebelum pertandingan berlangsung, semua mata tertuju pada satu nama: Wayne Rooney. Pemain yang musim lalu menahbiskan namanya sebagai legenda dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah klub akhirnya kembali ke Old Trafford, tapi dengan status sebagai tim lawan. Fans Manchester United pun menantikan aksinya dan berharap Rooney bisa memberi kontribusi yang maksimal, atau setidaknya bisa mengancam gawang mantan klubnya itu. Saya juga berharap seperti itu. sebelum pertandingan, saya bahkan sempat mengirim pesan singkat kepada teman saya dan mengatakan kalau saya khawatir Rooney akan mencetak gol, dan membuat poin FPL saya tidak maksimal.

Tapi, yang terjadi di atas lapangan ternyata tidak pernah berjalan seperti yang saya harapkan. Sepakbola bukanlah film yang memiliki naskah dan plot yang terstruktur. Dua puluh menit pertama, saya tidak bisa melihat satupun kontribusi yang berarti dari Rooney untuk Everton, selain umpan diagonalnya yang mendarat sempurna di kaki Ashley Young, atau pelanggarannya terhadap David De Gea di kotak penalti. Saya tidak ingat sumbangsih apa lagi yang diberikan Rooney untuk klub masa kecilnya. Ketika Ronald Koeman memutuskan menariknya di babak kedua dan mengistirahatkan pemain yang 31 tahun itu, para pemain Manchester United seolah baru saja melepaskan semua segel yang terkunci dalam tubuh mereka. Everton dilumat. Tiga gol tambahan melengkapi gol pembuka dari Antonio Valencia di babak pertama.

Limbungnya The Toffees saat Wazza diganti membuat saya kemudian berpikir: Apakah memang ia benar-benar memiliki peran yang krusial dan bisa memberikan efek tenang dalam Everton? Sepertinya memang iya. Toh, sebelum bergabung di Everton, pada hakikatnya Rooney adalah sosok pemimpin. Hal itu sudah dibuktikannya dengan mengemban ban kapten United selama beberapa tahun. Tapi kemudian saya memiliki teori sendiri. Peran Rooney sebenarnya tidak terlalu penting lagi, selain nama besar. Apa yang terjadi dalam lapangan sebelum ia ditarik keluar tak lain adalah bentuk rasa segan mantan kompatriotnya yang tidak ingin melihat legenda klub itu menderita sepanjang pertandingan. United bisa saja membantai Everton dengan empat gol di babak pertama, tapi dengan mengusung asas kebersamaan, pesta gol itu ditunda. Rooney akhirnya menyaksikan kekalahan telak timnya dari bangku cadangan.

Kembali ke cerita Superman Returns yang sempat saya utarakan di awal paragraf tadi. Superman, yang telah absen selama beberapa lama harus menerima kenyataan kalau manusia yang mendiami Planet Bumi ternyata sudah mencoba melupakan dirinya, dan mencoba hidup tanpa harus mengandalkan kemampuan supernya. Tapi pada akhirnya umat manusia tetap membutuhkan Superman sebagai pelindung. Superman adalah pengawal yang bisa mereka andalkan. Sementara Rooney? Manchester United tetap bisa hidup tanpanya, bahkan jauh lebih baik. Begitu juga dengan Everton, yang sebaiknya mungkin tak bisa lagi menaruh harapan yang berlebihan di pundak si nomor 10.

Coba tebak apa yang dilakukan Rooney beberapa jam setelah pertandingan di Old Trafford? Mengendarai mobilnya melebihi kecepatan normal dan berakhir dengan sidang di pengadilan!

Sempurna, Wayne. Sungguh sempurna.

Artikel ini sudah tayang di UC News. klik di sini

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top