Mirwanovic

Surat Balasan Terbuka Dari Jose Mourinho

Foto: Thebiglead.com

Dear, N. Firmansyah.

Hope I don’t misspell your name.

Thank you for reaching me out through Internet. I appreciate your effort to contact me and sent an open letter. Even though your letter is in Bahasa, but I did aware what you’re trying to say. Don’t worry; I hired a pro-translator in order to translate your letter. And, don’t forget who I am. I am The Special One, aren’t I? Reading letter in Bahasa is not a big deal. Okay, let’s skip this bullshit talk. From now on, everything will be written in Bahasa. And if anything goes wrong, blame the man I hired, not me.

Saat ini saya sedang menghabiskan waktu liburan di suatu tempat (bukan surga di Portugal tentunya), dan jujur saja, alasan membalas surat Anda bukan karena saya senang ada fans Indonesia yang rela menulis surat untuk saya, tapi karena saya ingin meluruskan beberapa hal dalam surat Anda itu.

Saya bisa menangkap bahwa ada ketakutan tim kebanggaan Anda akan ditangani oleh seorang Jose Mourinho di musim yang akan datang. Firman, (hey! that is a good nickname) Berikan satu alasan mengapa Anda tidak menginginkan saya di kursi manajer United. Apakah karena Anda tidak ingin melihat United menerapkan parkir bus? Atau mungkin Anda takut saya akan merusak tradisi Manchester United yang selalu mengandalkan pemain muda? Lagipula, kenapa Anda begitu takut dengan suatu hal yang sebenarnya masih belum pasti. Sepanjang ingatan saya, saya hanya sekali berbicara di depan media sejak dipecat Desember lalu. Dan dalam wawancara itu saya tidak pernah menyinggung Manchester United. Sehingga saya beranggapan, you have been brainwashed by media. And I warn you, it is not good for your health.

Ah, parkir bus. Saya tidak mengerti apa yang salah dengan parkir bus. Apakah strategi itu begitu menakutkan bagi kalian? Saya hanya menumpuk pemain di kotak penalti dan menunggu waktu yang tepat untuk serangan balik. Strategi saya sesimpel itu. Parkir bus adalah seni bertahan. Parkir bus adalah antitesis sepakbola yang mengandalkan penguasaan bola seperti Ajax, Barcelona, dan Bayern Munich. Bahkan teman saya sekaligus Ayah kalian, Sir Alex Ferguson pernah menerapkan strategi itu, meskipun tidak seekstrim saya tentunya. Apakah Anda sudah mulai memahaminya? Identitas Manchester United adalah serangan balik. Jadi, jangan paksa mereka bermain possession football. Dan apakah kalian lupa esensi sebuah pertandingan? Kemenangan, Firman. Kemenangan. Bukan penguasaan bola yang mencapai angka 73%. My goodness!

“Jika Mourinho ditunjuk sebagai manajer United, jangan harap ada pemain akademi yang bisa menembus skuat utama. Tradisi itu akan hilang di tangan Jose.” Saya tidak bisa menyalahkan anggapan tersebut, karena pada kenyataannya saya memang cenderung memilih pemain yang sudah jadi. Saya tidak memiliki masalah dengan pemain muda. Apa yang dialami Romelu Lukaku, De Bruyne, Nathan Ake, biarlah menjadi rahasia saya. Tapi, Jika mereka memang bagus dan sesuai dengan kebutuhan saya, kenapa tidak? Tengoklah Kurt Zouma. Siapa yang memproyeksikannya? Jose Mourinho. Ya, ya, ya. Saya tahu, akan ada cibiran saat kalian membaca kalimat terakhir.

Anyway, janji seperti apa yang telah diberikan Van Gaal kepada Anda? Apakah sebegitu magisnya kata-kata 2 tahun lalu saat ia berkelakar Manchester United akan memainkan sepakbola menyerang sehingga Anda masih tetap setia? Orang yang Anda banggakan itu telah diberi kebebasan selama hampir dua tahun. Orang yang kepalanya dipenuhi idealisme sampah itu sudah menghamburkan ratusan juta pounds musim ini, tapi dia bahkan tidak mampu mencicipi peringkat pertama lebih dari 3 pekan. Jangankan peringkat pertama, ada di empat besar saja dia kerepotan. Dan Anda masih berani mengatakan proses? Sungguh lucu…..Bagaimana mungkin seorang manajer yang katanya hebat tapi belum bisa menemukan formasi yang pas selama 2 musim? Badai cedera? Sir Alex pernah mengalami situasi serupa, namun ia berhasil keluar. Saya bahkan bisa menemukan formasi yang pas untuk Inter yang materi pemainnya pas-pasan. Jadi tolong jangan jadikan badai cedera sebagai alasan. Manajer yang hebat adalah dia yang tahu bagaimana memaksimalkan pemain yang ada.

Apakah Anda juga mulai menutup mata dan telinga ketika fans mencemooh manajer yang tengah menjalani proses itu? Dan, hey! Adidas bahkan tidak senang dengan Van Gaal. Tidak percaya? Mereka baru-baru ini merilis produk terbaru, hoodie bertuliskan DUTY TO ENTERTAIN. Ingatkan saya sekali lagi, apakah saya pernah mendapat perlakuan seperti itu dari sponsor utama klub? Tidak. Tidak pernah. Bahkan, fans Chelsea tetap ada di belakang saya sebelum saya dipecat.

Saya setuju dengan pendapat anda yang mengatakan Van Gaal adalah pembawa perubahan. Sayangnya, perubahan yang ia bawa ada di jalur yang salah. Ia sudah mengabaikan beberapa faktor dan identitas klub. And you said, get rid players are the best way to change the club? You need a highly serious treatment.

“Mou adalah pelatih klub sepakbola…….. bertingkah seperti anak SD.” Ini adalah bagian yang membuat saya sangat terkesan. Saya kagum karena Anda bisa mengingat saya sebagai manajer yang tidak memiliki pengalaman sebagai pemain pro. Dan sepertinya Anda bukan tipikal fans yang senang dengan aksi eksentrik di pinggir lapangan, ya? Sudah berapa lama dirimu mengikuti Premier League? Premier League adalah kompetisi yang identik dengan aksi-aksi manajer di pinggir lapangan. Itu adalah ciri khas kompetisi ini. Fans merindukan pemandangan itu. Saya akan membeberkan suatu rahasia tentang United kepadamu: Ada anggapan, tidak adanya instruksi dari sosok yang disebut manajer di pinggir lapangan membuat Wayne Rooney cs tak ubahnya robot yang sudah diprogram. Kaku dan tanpa hasrat.

Saya semakin tergelitik saat membaca bagian ‘Sir Alex Ferguson bla bla bla’ itu. Sepakbola telah bergeser Firman. Ini bukan lagi sepakbola era Sir Alex Ferguson. Pernahkah Anda berpikir, kenapa Sir Alex memutuskan pensiun meskipun ia sebenarnya masih bisa menangani United selama beberapa musim? Karena kolega saya itu sadar, ia tidak bisa lagi bertahan di sepakbola modern seperti sekarang ini. Sepakbola tak lagi sama. Anda pun harus sadar Firman. Manchester United mau tak mau harus mengikuti arus sepakbola modern. Buang jauh-jauh ideologi membangun tim butuh waktu lama. Dan camkan ini baik-baik, butuh waktu yang lama bagi kalian untuk menemukan sosok manajer seperti Alex Ferguson. Ketika Sir Matt Busby lengser, sangat sulit mencari penggantinya. Apa yang terjadi saat ini bukanlah suatu kebetulan. Ini adalah siklus alami Manchester United. Kalian baru akan menemukan manajer yang menyerupai atau mungkin melebihi Sir Alex sekitar 10-20 tahun kemudian.

Firman, saya tidak pernah meminta jabatan di klub. Mereka lah yang mencari saya, karena klub menyadari kapasitas saya. Jose Mourinho adalah manajer dengan garansi gelar. FC Porto, Internazionale, Real Madrid, dan Chelsea sudah merasakannya. Saya mungkin tidak memiliki atribut man management yang bagus seperti Sir Alex Ferguson, tapi saya adalah seorang pragmatis seperti Sir Alex, bukan seorang idealis. Pola pikir saya terus berkembang. Begitu juga dengan taktik yang menyesuaikan sesuai dengan lawan yang dihadapi. Jadi, jika Manchester United meminta untuk menggantikan Van Gaal, saya tidak akan menolaknya. Dengan dana klub yang melimpah, saya bisa pastikan kalian akan mendapat gelar di musim perdana. Karena saya adalah The Special One*.

Regards,

Jose Mourinho

PS: Saya sempat menonton pertandingan versus Midtjylland. Tapi setelah melihat gol Memphis Depay, saya sudah mengetahui hasil akhirnya. Dan prediksi saya benar. Manchester United kalah (lagi). Enough is enough.

*Mungkin Anda bisa mengajak saya mencicipi seperti apa rasanya martabak itu, saat saya berkunjung ke Indonesia. Jika orang-orang berani memberi embel-embel ‘Special’ di namanya, tentunya makanan itu pasti sangat enak. Hal-hal yang spesial akan selalu mendapat tempat tersendiri di hati penikmatnya, bukan?

Terpopuler

To Top