Piala Dunia 2018

Momen Terbaik Piala Dunia 2018: Sebuah Rangkuman

momen terbaik
Foto: Ryan Pierse/ Getty Images

Tak terasa Perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia telah berjalan hampir sepekan. Banyak momen yang terjadi selama sepekan terakhir. Dimulai dari opening ceremony dari Robbie Williams yang bergaya lagaknya Morrissey, ditambah dengan acungan jari tengahnya di depan kamera (salah satu momen terbaik!) hingga pertandingan penyisihan grup yang tak begitu mengecewakan. Tiga pertandingan dalam sehari adalah obat yang mujarab. Ibaratnya, Piala Dunia kali ini tak ubahnya perayaan Natal ataupun hari lebaran: sulit untuk dilewatkan begitu saja.

Di pekan pertama, tim-tim kuda hitam berusaha unjuk gigi dan sebisa mungkin menjungkalkan para raksasa-raksasa sepakbola. Beberapa dari mereka berhasil mewujudkan hal itu tapi tak sedikit juga yang kurang beruntung. Tim jagoan seperti Brazil dan Argentina cuma bisa meraih hasil imbang, padahal lawan mereka ‘cuma’ Swiss dan Islandia. Jerman lebih konyol lagi karena justru kalah atas tim Sombrero, Meksiko. Tumpulnya barisan penyerang Jerman tak lepas dari kokoh dan solidnya Guillermo Ochoa di bawah mistar gawang. Mungkin Ochoa adalah satu-satunya tembok di mana Meksiko bersedia dengan sukarela mengeluarkan uang yang ada di kas negara.

Berbicara tentang Argentina, negara ini sepertinya masih sibuk mencari Xavi dan Iniesta untuk seorang Messi. Seperti kata Pangeran Siahaan dalam buku The Big Pang Theory, Messi di Argentina adalah pemain yang overrated. Ini adalah tuduhan yang serius dan tak bisa dipungkiri kebenarannya. Tengoklah betapa tumpulnya sang Mesias di pertandingan perdana. Melawan Islandia saja Mesias palsu tak bisa membobol gawang Hannes Halldorsson, goalie yang profesi sampingannya adalah sutradara dan seorang dokter. Padahal, salah satu peluang terbaik striker Barcelona di pertandingan itu adalah lewat sepakan penalti. Jadi, kurang overrated apa lagi pemain bernomor punggung 10 itu?

Lain halnya dengan tetangga Argentina, Brazil. Menghadapi Swiss, Neymar dan teman-teman Brazilnya cuma bisa bermain imbang 1-1. Tak ada yang perlu dibahas lebih dalam di pertandingan ini. Apakah yang monoton itu Brazil atau Swiss, Saya tidak tahu. Yang pasti, pertandingan ini salah satu pertandingan yang layak untuk dilupakan.

Yang menjadikan sepakbola itu menarik adalah jika kedua tim yang bermain bisa memukau penonton, tak peduli pendekatan strategi seperti apa yang diambil oleh pelatih kedua kesebelasan. Salah satu tolok ukur yang dijadikan oleh sebagian besar penikmat sepakbola tentang definisi pertandingan yang menarik adalah jika ada banyak gol yang terjadi di pertandingan tersebut. Jika patokannya adalah demikian, maka tak salah rasanya jika kategori pertandingan terbaik Piala Dunia 2018 layak diberikan kepada Spanyol vs Portugal dan Belgia vs Panama. Spanyol dan Portugal memang cuma bisa berbagi angka sama, 3-3, tapi 22 pemain yang ada di atas lapangan telah berhasil menghipnotis penonton dan membuat adrenalin suporter kedua kubu naik hingga ke ubun-ubun. Perlu digarisbawahi juga performa Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia kali ini. 2018 mungkin adalah panggung yang ditakdirkan oleh Tuhan untuk CR7. Mencetak hat-trick di laga perdana, dan membuat David De Gea kesurupan Massimo Taibi + David James adalah hal yang luar biasa.

Sementara Belgia berhasil membuat para petaruh dunia maya bersorak kegirangan setelah sukses melibas Panama dengan skor telak 3-0. Dua dari tiga gol Belgia dicetak oleh Romelu Lukaku, striker yang kesalahannya akan selalu dicari oleh media-media Inggris.

Menurut hemat saya, sejauh ini hanya itu momen-momen menarik sepanjang pekan pertama Piala Dunia. Tak ada lagi yang menarik. Tidak tentang Jepang yang menang atas Kolombia, atau Prancis yang susah payah mengalahkan Australia.

Inggris? Lagi-lagi Saya harus meminjam kutipan dari salah seorang fans The Three Lions: “Jangan pernah ragukan kemampuan Inggris untuk mengecewakan harapan penggemarnya.”

Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top