Serba 11

11 Rekrutan Musim Panas Yang Hilang Di Premier League

pemain-yang-hilang-di-premierleague

Sudah hampir lima bulan berlalu sejak jendela transfer musim panas berakhir, Agustus lalu. Selama rentang periode itu juga, tak sedikit pemain yang didatangkan di musim panas menghilang dari hingar bingar Premier League, jelang akhir tahun. Dan berikut ini kami merangkum 11 pemain yang ‘hilang’ selama setengah musim kompetisi.

Alvaro Arbeloa (West Ham)

arbeloa-west-ham

Kami yakin seratus persen, kalian sudah melupakan eks Real Madrid yang satu ini. Arbeloa hanya bermain sebanyak 2 kali untuk The Hammers, sejak direkrut akhir Agustus lalu.

Fun fact: Ketikkan kata kunci “Arbeloa West Ham” di Google. Kalian tidak akan menemukan satu pun fotonya berkostum West Ham di lapangan hijau, di halaman pertama Google.

Bartosz Kapustka (Leicester City)

bartosz-kapustka-leicester_3757159

Leicester merogoh 7.5 juta pounds pada Agustus lalu demi mendapatkan tandatangan pemain yang namanya agak absurd ini. Kapustka belum pernah sekalipun diturunkan Claudio Ranieri di ajang Premier League, dengan alasan sang pemain belum siap menghadapi kerasnya kompetisi tertinggi Britania tersebut. Sedikit masuk akal memang, mengingat usianya yang masih 19 tahun. Lagipula, Kapustka sebelumnya hanya bermain untuk klub asal Polandia, Cracovia Krakow.

Adnan Januzaj (Sunderland)

Reuni David Moyes dan anak kesayangannya saat masih bertugas Manchester United ternyata tidak berjalan dengan mulus. Setelah di beberapa pekan perdana Premier League masih mendapat kepercayaan dari Moyes, Adnan, sang bocah istimewa yang digadang-gadang seperti Ryan Giggs itu justru hanya jadi penghuni tetap bangku cadangan The Black Cats.

januzaj-sunderland-missing

Patrick Bamford (Burnley)

Dua puluh tiga tahun usianya, tapi Patrick Bamford hanya empat kali memperkuat Burnley, dengan total menit bermain hanya 31 menit. Gol terakhirnya bahkan tercipta pada April 2015. Sebelum bergabung dengan tim besutan Sean Dyche, Bamford sempat melanglang buana di Crystal Palace dan Norwich City. Tebak berapa penampilannya di dua klub itu? DUA kali. Saatnya mencari klub yang tepat, Patrick.

bamford_1-jpg-gallery

Enner Valencia (Everton)

Bagi Everton, 8.5 juta pounds bukanlah dana yang sedikit. Karena kalah bersaing dengan Romelu Lukaku, Enner Valencia tak kunjung mendapat tempat di tim utama Ronald Koeman. Praktis, tak ada satu pun gol yang pernah dicetak oleh striker asal Ekuador ini. Total menit bermainnya pun sangat sedikit, 41 menit. Lagipula, semasa masih berkostum West Ham, Valencia juga sebenarnya bukan striker yang bagus. Ini dibuktikan dengan golnya yang tak pernah melebihi empat gol selama satu musim kompetisi.

Mungkin karena alasan itu juga sehingga Koeman memutuskan untuk terus memainkan Lukaku sebagai striker utama klub.

valencia-enner-everton

Fabio Da Silva (Middlesbrough)

Ah, Fabio. Akhir pekan lalu, namanya ada dalam starting lineup Middlesbrough saat dikalahkan Chelsea, akhir pekan lalu. Kami bahkan menyangka saudara kembar Rafael ini masih memperkuat Cardiff City.

Fabio didatangkan dari Cardiff City dengan harga transfer yang relatif kecil, 2 juta pounds pada Agustus lalu. Andai saja cedera lututnya tidak kambuh, karir eks Manchester United ini mungkin tidak akan seburuk ini…

175883945-fabio-da-silva-of-manchester-united-in-action-during_crop_north

Alex Manninger (Liverpool)

Ia memang bukan pilihan utama di klub, tapi pengalaman goalie veteran berusia 39 tahun ini sangat dibutuhkan oleh Liverpool. Well, setidaknya itu yang dikatakan Jurgen Klopp saat memboyongnya dari Augsburg. Menurut Klopp, tidak banyak pemain yang bisa bermain di klub besar Eropa seperti Manninger. Fun fact: Manninger memiliki gelar Premier League yang lebih banyak dibanding Liverpool. Ha!

AUGSBURG, GERMANY - JULY 08: Alexander Manninger poses during the FC Augsburg Team Presentation at WWK-Arena on July 8, 2015 in Augsburg, Germany. (Photo by Simon Hofmann/Bongarts/Getty Images)

AUGSBURG, GERMANY – JULY 08: Alexander Manninger poses during the FC Augsburg Team Presentation at WWK-Arena on July 8, 2015 in Augsburg, Germany. (Photo by Simon Hofmann/Bongarts/Getty Images)

Brad Guzan (Middlesbrough)

Di Aston Villa, Brad Guzan adalah penjaga gawang nomor satu klub. Pilihan utama di Middlesbrough pun sempat ia rasakan..selama dua pertandingan pembuka liga. Setelah itu, ia hanya jadi benchwarmer.

brad-guzan-missing-boro

Sofiane Feghouli (West Ham)

Kira-kira reaksi kami tidak jauh beda saat menyaksikan Sofiane Feghouli diperkenalkan Slaven Bilic kala West Ham bertemu Manchester United. Tidak ada yang salah dengan Feghouli. Pemain Aljazair ini memiliki kualitas yang cukup bagus. Lihat saja aksinya saat masih di Valencia. Yang perlu dipertanyakan adalah motivasi The Hammers saat memutuskan memboyongnya di jendela transfer musim panas, namun disia-siakan begitu saja. Feghouli adalah bukti nyata, bagaimana seorang pemain seketika menjadi anonymous, dalam waktu kurang dari satu musim.

west-ham-united-sofiane-feghouli-new-signing-olympic-stadium_3484021

Simone Zaza (West Ham)

Pemain West Ham lainnya yang terabaikan. Simone Zaza sebenarnya tidak buruk-buruk amat, yah, setidaknya sebelum Euro 2016 merusak karirnya. Clue: Penalty

during the Premier League match between XXX and XXX at Olympic Stadium on September 10, 2016 in London, England.

during the Premier League match between XXX and XXX at Olympic Stadium on September 10, 2016 in London, England.

Memphis Depay (Manchester United)

Lho? Memphis Depay kan bukan pembelian musim panas kemarin.

Tentu saja bukan. Dia didatangkan Van Gaal pada musim panas lalu. Dan hingga detik ini, statusnya belum berubah: Cadangan mati.

Satu hal yang perlu kalian ketahui. Jika Jose Mourinho memutuskan untuk menurunkan pemain hebat ini, itu berarti Mourinho sudah kehabisan akal.

memphis-depay-chops

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top