Suara Fans

Mempertanyakan Masa Depan Ryan Giggs

masa-depan-giggs
Foto: caughtoffside.com

29 tahun bukan periode yang singkat. Ryan Giggs telah membuktikan loyalitasnya untuk Manchester United, dan menjadikan klub asal Manchester itu sebagai satu-satunya klub yang pernah dibelanya di level senior.

Tapi, tak ada yang kekal dalam sepakbola. Ada waktunya untuk berpisah. Siapapun itu. Apapun posisinya, bagaimanapun kontribusinya. Giggs pun sepertinya tak bisa menghindari takdir semacam itu.

Ditunjuknya Jose Mourinho sebagai manajer baru praktis membuat posisinya sebagai asisten manajer tak terlalu aman. Memang, ada rumor yang menyebutkan Mourinho bersedia menjadikannya sebagai tangan kanan di klub, tapi tetap saja hal itu tidak bisa menenangkan hati pemain jebolan Class of 92 itu. Pasalnya, pola pikir dan ideologi Giggsy dalam menangani klub agak berseberangan dengan Mou. Ada kecenderungan pria Wales memilih pemain-pemain akademi untuk diproyeksikan di tim senior, seperti mantan mentornya sebelumnya, Sir Alex Ferguson. Sementar Mou lebih senang membeli pemain yang sudah jadi.

Opini yang berkembang di publik memang seperti itu, sehingga banyak yang memprediksi musim ini fans United tak akan bisa lagi menyaksikan wajah Ryan Giggs di sebelah sang manajer. Pertanyaannya kemudian, ke mana pemain kidal asal Wales ini akan melatih?

Jika Manchester United masih peduli dengan pembinaan pemain muda, Ryan Giggs bisa menjadi opsi terbaik. Menangani tim akademi bukanlah sesuatu yang buruk, toh ia sudah mengenal dengan sangat baik kondisi klub. Bukan tidak mungkin, tim akademi bisa menjadi batu loncatan Giggsy untuk menjadi manajer resmi United beberapa tahun kedepan. Pertanyaanya: Apakah sang asisten manajer bisa meredam egonya dan rela turun kasta beberapa tingkat lebih rendah?

Opsi lain adalah menangani klub-klub semenjana di Britania Raya dengan resiko pemecatan, seperti yang dialami mantan kompatriotnya di Man United, Ole Gunnar Solskjaer. Everton, Stoke City, atau klub promosi Burnley bisa jadi pilihan. Toh tak ada salahnya mencoba. Hitung-hitung mencari pengalaman. Meski pernah ditunjuk sebagai manajer interim di akhir musim 2014, status Giggs saat ini tak beda jauh dengan mahasiswa yang baru saja menyelesaikan studi S1-nya: Fresh graduate.

Jadi, bagaimana Ryan? Kalau mahasiswa aja bisa keluar dari zona nyaman, masa’ kamu nggak?

Terpopuler

To Top