Inggris

Untuk Apa Berlama Lama Di Timnas Inggris?

rooney-inggris
Foto: wsj.com

Kira-kira untuk siapa pertanyaan ini layak ditujukan? Saya akan menganggapnya  pas jika pertanyaan ini ditujukan buat Wayne Rooney dan pemain-pemain Manchester United nantinya.

Ya. Kurang lebih sudah 12 tahun lamanya sejak debutnya melawan Australia pada tahun 2003, Wayne Mark Rooney bermain untuk timnas Inggris. 53 gol dari 115 penampilan dan menjabat ban kapten sejak tahun 2014 adalah rekor yang bisa dicatatkan oleh pria kelahiran Liverpool 30 tahun silam. Selain itu? Tidak ada. Nihil piala untuk timnas Inggris.

Kenyataannya memang seperti itu. Sepuluh tahun terakhir, Inggris hanya dianggap sebagai tim pelengkap di turnamen-turnamen bergengsi seperti Piala Eropa dan Piala Dunia saja. Belum lagi perlakuan media Inggris yang dikenal kritis. Suatu waktu Anda akan dipuji setinggi langit namun sekali gagal mereka menjatuhkan Anda rasanya seperti dihantam Mjölnir-nya Thor.

Yang harus segera Rooney – dan juga pemain United lainnya – lakukan adalah dengan mengumumkan pensiun dari timnas. Memangnya apa yang bisa dibanggakan bermain untuk Inggris?

Jika masih kurang yakin mari kita bahas perlakuan yang didapat pemain-pemain United di The Three Lions.

Kita mulai dari Piala Dunia 1998 saja ya? Yang menjadi ‘tersangkanya’ adalah David Beckham. Saat itu Inggris menghadapi Argentina di babak 16 besar. Ketika papan skor menunjukkan 2-2 dan seharusnya gol yang dikejar, kok ya ndilalah kaki Beckham nyrimpung Diego Simeone tepat di dapan muka wasit. Alhasil kartu merah yang didapatnya. Inggris kalah adu pinalti kemudian tersingkir. Sisanya? Beckham dihujat sebagai biang kegagalan timnas Inggris. Oleh media dan publik Inggris kecuali pendukung Manchester United.

Sebelum kekonyolan yang dilakukan Beckham tersebut beberapa pemain United sempat mendapat perlakuan kurang apik dari publik Inggris. Pendukung Inggris menunjukkan bagaimana mereka kurang suka dengan pemain-pemain Manchester United (mungkin karena kesuksesan yang diraih) sempat mereka tunjukkan di stadion. Bagaimana bisa mereka dengan lantang menyanyikan yel “Stand up if you hate Man U” sementara di lapangan sebagian besar pemainnya diisi pemain United?

Gary Neville mengungkapkan penyesalan dalam biografinya. Saudara tua Phil Neville itu menuliskan, “Ketika saya bercermin pada karir internasional saya dan hanya berpikir: ‘Nah itu hanya buang waktu.”

Neville menambahkan, “Mungkin terdengar muram, tapi terbaik saya, David Beckham mendapat cemoohan setelah Piala Dunia 1998, juga untuk saudara saya, Phil, setelah Euro 2000.”

Tuh, Neville saja mengaku kalo main di timnas itu buang buang waktu. Ini kok masih ada yang ngotot main, mentang-mentang kapten. Hih!

Paul Scholes memutuskan untk pensiun dari timnas Inggris pada usia 29 tahun. Dia merasa sudah muak dengan kondisi ruang ganti di mana terlalu banyak rivalitas di dalam skuat Inggris, terutama pemain-pemain Liverpool dan Manchester United yang bikin geng masing-masing.

Pemain United yang sukses bersama timnas Inggris hanya Bobby Charlton dan Nobby Stiles ketika mengangkat trofi Piala Dunia 1966 di Wembley.

Jadi kritik saya untuk Rooney (juga pemain-pemain Manchester United yang lain), menyerah sajalah. Apa masih kurang contoh yang sudah saya berikan di atas? Gak ada yang bisa dibanggakan bermain buat timnas Inggris. Mending kamu, terutama Rooney, perbaiki performa untuk United.

Main masih angin-anginan kagak malu kah sama gaji dan ban kapten yang ada di lenganmu itu?

Saya memang sedang nyinyirin timnas Inggris, tapi sebenarnya inti tulisan saya ini cuma satu kok: Manchester United dan seisinya itu lebih besar dari Inggris.

 

UP Watch
Click to comment

Leave a Reply

Terpopuler

To Top