Mirwanovic

Tirulah Marcos Rojo: Bengal, Brutal, Tapi Sayang Mamak!

marcos rojo mamak

Perangainya seperti preman pasar. Tubuhnya penuh dengan rajahan tattoo. Rambutnya dipotong pendek persis seperti anak alay yang baru saja mengenal dunia luar. Kira-kira seperti itu impresi saya tentang Marcos Rojo saat pertama kali diperkenalkan Manchester United sebagai pemain baru di tahun 2014. Terakhir kali saya mendapat impresi yang sama seperti itu adalah ketika United mendatangkan Alexander Buttner dari Vitesse: bek kiri dengan rambut spike, dengan gigi yang tidak beraturan, yang kompilasi video YouTube-nya menunjukkan Buttner piawai dalam tendangan bebas (padahal aslinya sih biasa-biasa saja!)

Empat tahun di Manchester United, tapi saya gak pernah bisa mengerti seorang Marcos Rojo. Sekuat apapun saya berusaha mengerti gaya bermainnya, secepat itu juga otak saya berhenti berpikir. Entahlah. Rojo ini pemain yang luar biasa, bukan dalam arti harfiah bahwa ia benar-benar jago di dalam lapangan. Justru sebaliknya. Saya merasa Rojo ini mirip-mirip Phil Jones. Bedanya, Rojo lebih elegan dan lebih stylish dengan gayanya yang khas.  Seenggaknya, Rojo ini gak idiot seperti nomor 4 Manchester United itu.

Rojo datang ke United dengan status permanen setelah proses tukar guling dengan Luis Nani disepakati pihak United dan Sporting CP. Nani dipinjamkan ke klub lamanya, Rojo dibeli dengan harga 16 juta pounds, dengan kontrak 5 tahun. Perjalanan karirnya di Manchester Merah sebenarnya bisa saja berjalan dengan mulus andai Becho-panggilan masa kecilnya-tidak diterpa badai cedera. Ini alasan lain yang membuat saya gagal memahami seorang Rojo. Tampilan sangar, tapi kok lemah. Cedera kok kambuhan. Halah. Karena cedera itu juga yang membuatnya hanya turun sebanyak 122 kali di semua ajang dan hanya bisa mencetak 1 gol selama karirnya di United.

Di musim ini, Marcos Rojo sebenarnya sudah pulih total dari cedera dan bisa dimainkan sebagai bek kiri atau bek tengah. Tapi Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer United sepertinya enggan memakai jasanya. Pemain yang sepanjang karirnya tak pernah sekalipun menerima kartu merah selama bermain di United ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke klub masa kecilnya di Argentina, Estudiantes dengan status sebagai pemain pinjaman, musim panas lalu. Maklum, sebelum menjajal ketatnya kompetisi Eropa, pemain yang pernah tersangkut kasus kriminal dengan tetangganya di Argentina ini adalah jebolan Akademi Estudiantes.

Keputusannya kembali ke kampung halaman dan membela klub masa kecil bukan semata-mata karena keinginannya sendiri. Rojo ingin tetap bermain di kompetisi Eropa dan mengembalikan performanya. Namun, faktor keluarga, serta dorongan dari sang Mamak menjadi alasan utama dirinya kembali ke Argentina. Ini adalah kutipan wawancaranya dengan media Argentina, El Intransigente:

“Banyak hal yang terjadi, mas. Saya ini butuh main. Saya harus kembali ke permainan terbaik. Tapi keluarga, khususnya mamak, meminta supaya saya kembali ke Argentina.”

Mamaknya Rojo ini sebelumnya sudah konfirmasi anaknya akan kembali ke Argentina via akun Instagramnya. Sang mamak pun tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya karena anaknya itu akan kembali. Seperti yang diungkapkan lewat Instagram post-nya.

“Hari ini akhirnya tiba. Kau kembali ke rumah, nak. Mamakmu ini sudah lama menunggumu, bermimpi momen seperti ini terjadi. Selamat datang kembali, nak. Selamat datang kembali ke pelukan mamak yang merindukanmu. Mamak berharap yang terbaik untuk karirmu di Estudiantes. Tuhan memberkatimu, nak. Mamak sayang kamu.”

Kembali ke Estudiantes dan Liga Argentina mungkin memang sebuah penurunan. Tapi kembali bersama mamak, itu adalah hal yang paling penting. Pesan saya kepada kalian-kalian yang masih muda: Sayangi orang tua kalian, apalagi mamak. Rojo yang bengal, brutal, dan penuh tattoo aja bisa patuh sama mamaknya, masa’ kalian gak bisa? Malu woy!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Views

To Top