News

5 Hal Yang Perlu Dicermati Pasca Arsenal-Barcelona Di Camp Nou

foto: skysports.com

Ketika hasil pengundian babak 16 besar UEFA Champions League kembali mempertemukan Arsenal dan Barcelona, malaikat fans sepakbola juga tahu siapa yang jadi pemenangnya. Barcelona adalah mimpi buruk Arsenal. Meski klub asal London Utara disebut memiliki ciri khas bermain menyerupai Barca, namun secara kualitas Arsenal masih sangat jauh tertinggal. Sehingga tak banyak ekspektasi yang dibebankan kepada Arsene Wenger ketika timnya kembali bersua Lionel Messi cs di kompetisi Eropa. Dan seperti yang telah diprediski sebelumnya, Arsenal kembali tersingkir untuk yang kesekian kalinya. Dengan tersingkirnya The Gunners di kompetisi Eropa, satu-satunya target Wenger musim ini adalah mempertahankan posisi empat klasemen Premier League. (Lupakan trofi EPL)

Ada beberapa poin penting yang bisa dicermati pada leg kedua yang berlangsung di Camp Nou yang berkesudahan dengan skor 3-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Alexis Sanchez yang under-perform

Alexis Sanchez yang diturunkan Arsene Wenger di Camp Nou adalah Alexis Sanchez yang sama sekali berbeda. Sejak kembali dari cedera, akhir Januari lalu, pemain yang juga merupakan mantan winger Barcelona tersebut tak kunjung menunjukkan performa terbaiknya, dalam hal membobol gawang lawan. Apa yang terjadi pada leg kedua adalah buktinya, di mana winger asal Chile tersebut gagal mengkonversi umpan Hector Bellerin di babak pertama. Padahal, jika dalam kondisi terbaiknya, Sanchez akan dengan mudah menyambar umpan tersebut, dan menyundul bola masuk ke gawang lawan. Kenyataannya, bola hasil sundulannya hanya bisa melebar di sisi gawang Barcelona.

Tak kunjung membaiknya performa Alexis dibuktikan fakta bahwa ia hanya mencetak 2 gol dalam enam pekan terakhir. Wenger tentu berharap, di sisa kompetisi Premier League ini Sanchez bisa kembali menemukan ketajamannya demi menjaga asa The Gunners meraih trofi Premier League, meskipun kans mereka sangat tipis.

Super Suarez

Bertolak belakang dengan Sanchez, Luis Suarez justru semakin tajam di Barcelona. Satu gol akrobatiknya ke gawang The Gunners, serta assist untuk Neymar Jr mencatatkan namanya sebagai pemain yang memiliki kontribusi terbesar atas terciptanya 61 gol Barcelona di setiap ajang di musim ini. Suarez tercatat telah mengemas 43 gol dengan 18 assist, jumlah ini adalah terbanyak di antara lima liga top Eropa lainnya.

Pembuktian Suarez bersama Barcelona mau tak mau membuat Arsene Wenger harus gigit jari. Pasalnya, sejak masih berkostum Liverpool, The Professor pernah mengajukan penawaran sebesar 40 juta pounds plus satu pounds, hanya untuk mengaktifkan buy out clause striker asal Uruguay tersebut. Ironi bukan? Atau memang Wenger yang pelit dalam membelanjakan uang klub?

Iwobi, Pemain Masa Depan The Gunners?

Masih terlalu dini memang. Tetapi tidak ada salahnya memberi fans Arsenal setitik harapan. Tak sedikit yang mengerutkan alis saat Wenger memutuskan menurunkan Alex Iwobi, pemain muda berusia 19 tahun sekaligus keponakan dari mantan pemain timnas Nigeria, Jay Jay Okocha.

Akan tetapi, panggung sekelas UCL dan menghadapi pemain sekelas Javier Mascheranot tak membuat Iwobi canggung. Dengan kecepatan dan kemampuan olah bola yang dimilikinya, Iwobi bermain cukup impresif dan sedikit merepotkan pertahanan tim lawan. Hal ini terbukti saat pemain bertahan Barca terpaksa harus menjatuhkannya di kotak terlarang pada menit ke-35. Jika Arsene Wenger bisa mengasah kemampuan Iwobi dengan baik, bukan tidak mungkin beberapa tahun yang akan datang ia akan menjadi tumpuan di lini depan Arsenal. Pertanyaannya, apakah Arsenal akan tetap mempertahankan Arsene Wenger di musim yang akan datang?

Elneny, Pemain yang bisa menjaga stabilitas lini tengah Arsenal

Salah satu pemain lain yang menyita perhatian adalah Mohamed Elneny, gelandang jangkar yang mencetak satu gol ke gawang Marc-Andre Ter Stegen. Sejak didatangkan dari FC Basel, pada Januari lalu, Elneny telah melakoni 12 pertandingan kompetitif bersama Arsenal. Dan tak sedikit pun terlihat kelelahan di tubuh pemain asal Mesir tersebut. Elneny memiliki kemampuan fisik yang prima. Lihat saja bagaimana ia bisa menjaga lini tengah dengan baik meskipun digempur trio gelandang Blaugrana: Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta. Selain itu, pemain berusia 23 tahun memiliki kemampuan mendikte permainan, dan menjaga keseimbangan lini tengah tim. Kemampuan fisiknya adalah atribut tersendiri yang tak dimiliki oleh gelandang Arsenal lainnya. bisa jadi ia adalah kepingan The Gunners yang hilang setelah sekian lama.

Arsenal adalah tim yang lemah dalam penyelesaian akhir

Jika ada penghargaan untuk kategori tim yang paling banyak menyia-nyiakan peluang, maka Arsenal mungkin akan menjadi klub yang paling sering mendapatkan penghargaan tersebut. Setelah fans disuguhkan dengan betapa buruknya penyelesaian akhir The Gunners saat bersua Watford di FA Cup, kali ini mereka kembali memperlihatkan hal yang sama saat bertandang ke Camp Nou.

Di babak pertama, buruknya sentuhan Elneny hanya berujung pada tendangannya yang hanya mampu diblok. Pun halnya dengan sundulan Alexis Sanchez yang melebar ke sisi gawang Ter Stegen. Sejak Elneny menyamakan skor 1-1 di babak kedua, ada banyak peluang yang tercipta untuk Arsenal. Sayangnya, Arsenal gagal mencetak gol tambahan akibat lemahnya penyelesaian akhir para pemain. Luis Suarez akhirnya mengajarkan para pemain Arsenal tentang bagaimana mengkonversi peluang menjadi gol lewat gol akrobatiknya, lima menit setelah tendangan Welbeck membentur mistar gawang.

Most Views

To Top