News

Leicester City Masuk Kategori Tim Unggulan Liga Champions

Foto: ndtvimg.com

Kecemerlangan Leicester City berlanjut.  Gol semata wayang Wes Morgan ke gawang Southampton pada minggu 3 April 2016 kemarin memperlebar jarak dengan peringkat kedua Tottenham Hotspurs menjadi tujuh poin dengan menyisakan hanya enam pertandingan sisa.

Apabila Leicester City berhasil meraih poin penuh pada lima laga sisa musim ini, bisa dipastikan mereka akan mengangkat tropi Premier League pertama mereka kala menjamu Everton pada 7 Mei 2016 mendatang.  Fakta itu tentu sangat bergantung pada konsistensi kompetitor terdekat mereka yaitu Tottenham Hotspurs dan Arsenal.  Apabila salah satu atau kedua tim tersebut dalam enam pertandingan sisa tidak mampu meraih poin penuh pada setiap pertandingan, sedangkan The Foxes terus melenggang dengan kemenangan demi kemenangan, bukan tidak mungkin tropi Premier League mereka dapat lebih cepat sebelum seluruh laga musim ini selesai dimainkan.

Skenario ideal tersebut bukan tidak mungkin akan direngkuh oleh anak – anak asuhan The Thinkerman (Julukan Claudio Ranieri).  Juara liga sudah di depan mata, secara otomatis slot berlaga di kompetisi kasta tertinggi Eropa bertajuk Liga Champions Eropa sangat besar untuk mereka dapatkan. Saat skenario ideal tersebut tercapai, Leicester City akan masuk dalam jajaran tim unggulan pertama Liga Champions Eropa musim depan.  Ibarat seseorang dengan rejeki yang didapatkan, Leicester City adalah orang yang berhasil menjadi kaya secara mendadak.  From Zero To Hero layak disematkan ke klub asal East Midlands ini.

Raihan yang merupakan pertama kali sepanjang sejarah klub tersebut ini akan mengantarkan Leicester City otomatis terhindar dari lawan – lawan berat seperti Barcelona, Bayern Munich, Juventus, PSG (tim – tim yang sudah dan atau berpeluang besar menjuarai kompetisi domestik masing – masing negaranya) di awal – awal kompetisi Liga Champions musim depan (musim 2016/2017).  Hal ini didasari atas aturan baru kompetisi Liga Champions Eropa.  Sebelum musim 2015/2106, untuk penentuan tim – tim unggulan, didasarkan atas nilai koefisien yang didapatkan masing – masing klub di seluruh kompetisi resmi dibawah naungan UEFA. Nilai koefisien yang diraih tersebut kemudian diperingkat dan delapan tim teratas otomatis akan menjadi tim unggulan Pot 1.   Kebijakan tersebut kali ini berubah.  Dasar penentuan tim yang masuk kategori unggulan pot 1 adalah nilai koefisien masing – masing asosiasi penyelenggara kompetisi domestik.  Bagi negara yang masuk dalam peringkat tujuh besar, masing – masing juara liga nya akan otomatis masuk kategori unggulan pot 1 tersebut.  Sementara tempat kedelapan dalam pot 1 akan diberikan kepada tim pemenang Liga Champions Eropa musim sebelumnya.  Apabila tim pemenang Liga Champions musim sebelumnya berhasil menjuarai kompetisi domestiknya musim ini, maka tim kedelapan yang berhak masuk ke dalam tim unggulan pot 1 ini adalah tim juara dari asosiasi peringkat kedelapan.

Data terbaru apabila dilihat di situs UEFA.com, asosiasi penyelenggara kompetisi yang masuk peringkat tujuh besar adalah Spanyol, Jerman, Inggris, Italia, Portugal, Prancis, dan Rusia.  Sedangkan pada peringkat kedelapan ditempati oleh Ukraina.

Dengan aturan baru tersebut, Leicester City yang terakhir mencicipi kompetisi Eropa pada tahun 2000 silam (kala itu EUROPA League masih bertajuk UEFA Cup) akan otomatis masuk sebagai jajaran tim elit Eropa setelah satu musim sebelumnya hanya berlabel tim semenjana.

They will reach a promiseland! Good luck The Foxes!!

Most Views

To Top