Berita

Leicester City Memecat Claudio Ranieri

Leicester-City-manager-Claudio-Ranieri-sacked-offside-id
FOTO: www.mirror.co.uk

Tim juara bertahan Premier League secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih mereka Claudio Ranieri.  Keputusan ini diumumkan hanya 9 bulan setelah pelatih berjuluk The Thinkerman ini membawa tim The Foxes (julukan bagi Leicester City) menjuarai Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub tersebut.

Keputusan pemberhentian oleh para petinggi klub bisa dibilang masuk akal.  Hal ini tidak lepas dari performa menurun Leicester City pada musim ini.  Bagaimana tidak, dari 25 pertandingan Premier League, tim juara bertahan sekarang berada di peringkat ke 17 klasemen sementara dengan perolehan poin 21.  Peringkat tersebut berada persis satu tingkat di atas zona degradasi.  Selisih poin dari tim yang berada di dasar klasemen pun hanya terpaut 2 poin.  Hal yang menunjukkan bahwa satu pertandingan mereka kembali kalah, dan tiga tim yang berada di zona degradasi berhasil meraih poin 3, maka Leicester City dipastikan berada di dasar klasemen.  Pencapaian yang antiklimaks tentunya bagi tim yang menyandang status juara bertahan.

“Ini adalah keputusan yang paling sulit yang harus kami ambil dalam kurun waktu tujuh tahun semenjak King Power mengambil alih kepemilikan Leicester City.  Tetapi kami secara moral harus mengedepankan kepentingan jangka panjang klub dibandingkan kepentingan personal, meskipun tentu hal ini sangat berat.”  Ujar presiden klub Leicester City asal Thailand, Aiyawatt Srivaddhanaprabha.

Claudio-Ranieri-with-Premier-League-Trophy-offside-id

Claudio Ranieri dipecat 298 hari setelah mengangkat gelar juara Premier League. Sumber foto: www.mirror.co.uk

“Claudio telah membawa kualitas yang sangat luar biasa.  Kemampuan manajemennya, kekuatan dalam memotivasi dan dalam melakukan pendekatan (kepada pemain), menunjukkan betapa dia memiliki pengalaman yang banyak yang dia bawa ke Leicester City.  Kehangatan serta kharismanya telah membantu perubahan di klub ini.   Kami akan selalu berterima kasih kepadanya atas pertolongan yang telah dia berikan kepada kami.  Kami tidak pernah mengharapkan kecemerlangan kami musim lalu bisa terulang pada musim ini.  Namun tentu saja, bertahan di Premier League adalah target kami yang utama pada awal musim. Dan kami sekarang harus berjuang untuk mencapai target tersebut (bertahan di Premier League) dan merasa perubahan sangat diperlukan untuk memaksimalkan peluang yang ada di sisa 13 pertandingan kedepan.”

BACA JUGA: Dukungan Petinggi Klub Leicester Bagi Ranieri

Selain berada di papan bawah, Leicester City juga sudah tersingkir dari ajang FA Cup kala pekan lalu ditundukkan tim dari League One (Kasta ketiga dalam hierarki Liga Sepakbola Inggris), Millwall FC.  Sementara di ajang Liga Champions Eropa mereka sementara ini tertinggal dalam agregat gol 1-2 dengan Sevilla.  Kepercayaan saja tampaknya tidak cukup untuk memberi waktu yang lebih banyak lagi bagi Ranieri untuk berbenah.

Untuk sementara, Leicester City akan dipimpin oleh pelatih sementara, yang juga asisten pelatih mereka, Craig Shakespeare.  Pertandingan pertama yang harus dihadapi oleh anak – anak The Foxes pasca pemecatan Ranieri adalah melawan tim tamu Liverpool pada hari Senin besok.

Sumber: Skysports

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

To Top